UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Skrining Fitokimia dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS”

Pasaribu, Tarisha Putri (2025) Skrining Fitokimia dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS”. Skripsi / Tugas akhir tesis, Universitas Tjut Nyak Dhien.

[thumbnail of COVER.pdf] Teks
COVER.pdf

Unduh (3MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Teks
BAB I.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori

Unduh (19kB) | Minta salinannya
[thumbnail of BAB II.pdf] Teks
BAB II.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori

Unduh (607kB) | Minta salinannya
[thumbnail of BAB III.pdf] Teks
BAB III.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori

Unduh (440kB) | Minta salinannya
[thumbnail of BAB IV.pdf] Teks
BAB IV.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori

Unduh (209kB) | Minta salinannya
[thumbnail of BAB V.pdf] Teks
BAB V.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori

Unduh (85kB) | Minta salinannya
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Teks
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Unduh (293kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Teks
LAMPIRAN.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori

Unduh (1MB) | Minta salinannya

Abstrak

Kembang merak (Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw.) merupakan
salah satu tanaman tropis yang umum ditemukan di Indonesia dan lebih dikenal sebagai tanaman hias karena bunganya yang mecolok. Di balik keindahan tersebut, bagian daunnya memiliki potensi yang menarik untuk dikaji lebih lanjut dalam bidang kefarmasian, khususnya terkait kandungan senyawa metabolit sekundernya. Berbagai literatur menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung senyawa fenolik seperti flavonoid yang secara
struktur kimiawi dapat memberikan efek biologis tertentu pada sistem biologis manusia. Ekstraksi senyawa aktif dari daun dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol pro analisis, yang dikenal efektif melarutkan senyawa polar dan semi-polar serta minim toksisitas. Dari 100 gram serbuk simplisia, diperoleh ekstrak kental dengan rendemen sebesar 25,79%.
Identifikasi golongan senyawa metabolit sekunder dilakukan
melalui skrining fitokimia. Hasil uji menunjukkan adanya kandungan flavonoid, tanin, dan glikosida, sedangkan alkaloid, saponin, steroid , dan triterpenoid tidak terdeteksi. Analisis kuantitatif kadar flavonoid dilakukan
menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan kuersetin sebagai standar pembanding. Absorbansi diukur pada panjang gelombang maksimum 427 nm dan diperoleh persamaan regresi y = 0,128688x + 0,0139778 dengan koefisien korelasi sebesar 0,99800, menunjukkan hubungan linear yang sangat kuat antara konsentrasi dan nilai serapan. Berdasarkan enam kali pengukuran, kadar flavonoid total dalam ekstrak etanol daun kembang merak diperoleh rata-rata sebesar 4,2354%.
Hasil ini menegaskan bahwa daun kembang merak mengandung
senyawa flavonoid dalam jumlah yang cukup tinggi, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami untuk formulasi produk herbal maupun bahan dasar dalam industri fitofarmaka. Selain itu, pemanfaatan tanaman lokal ini mendukung pelestarian sumber daya hayati serta membuka peluang inovasi produk berbasis tanaman obat yang lebih
berkelanjutan dan bernilai ekonomis tinggi.

Jenis koleksi: Skripsi / Tesis / Disertasi (Skripsi / Tugas akhir)
Kata Kunci Tidak Terkendali: Daun kembang merak, skrining fitokimia, spektrofotometri UV-Vis, flavonoid total
Subjek: R Kedokteran > RS Farmasi dan Materia Medika
R Kedokteran > RV Pengobatan Botani, Thomsonian, dan Eklektik
Divisi: Fakultas Farmasi dan Kesehatan > Farmasi
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email yola@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 06 November 2026 07:17
Terakhir Dimodifikasi: 06 November 2026 07:17
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1742

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang