Intan, Cut (2025) Pola Pengobatan dan Interaksi Obat Pada Pasien Rawat Jalan Penyakit Saraf di RSUD Tgk. Abdullah Syafi'i Kabupaten Pidie. Skripsi / Tugas akhir tesis, Universitas Tjut Nyak Dhien.
COVER.pdf
Unduh (1MB)
BAB I.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (137kB) | Minta salinannya
BAB II.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (396kB) | Minta salinannya
BAB III.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (127kB) | Minta salinannya
BAB IV.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (648kB) | Minta salinannya
BAB V.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (151kB) | Minta salinannya
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Unduh (247kB)
LAMPIRAN.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (2MB) | Minta salinannya
Abstrak
Interaksi antar obat dapat meningkatkan risiko efek samping dan menurunkan keberhasilan terapi, terutama pada pasien neurologi yang kerap menjadi pplifarmasi. Penelitian ini bertujuan untuk emmelihara efek kombinasi obat sebagai pemicu potensi inetraksi obat pada pasien penyakit saraf di rumah sakit X Kabupaten Pidie Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deksriptif dilakukan pada periode Agustus-Oktober 2024. Sampel terdiri dari pasien penyakit saraf rawat jalan yang menerima lebih dari 2 obat. Data
demografi, diagnosis, dan daftar obat dikumpulkan dari rekam medis yang memenuhi kriteri inklusi. Potensi interaksi obat dianalisis menggunakan https://www.drugs.com/drug_interactions.html untuk melihat gambaran klinis interaksi obat berdasarkan klasifikasinya (minor, moderat, mayor). Hasil diperoleh karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin laki laki 40 pasien dan
perempuan 40 pasien, usia 50-70 tahun sebanyak 42 pasien, penyakit saraf tulang belakang terjepit sebanyak 18 pasien. Kategori interaksi obat tertinggi moderat (n= 52; 75%) dengan kombinasi obat (amlodipine dan bisoprolol), kombinasi obat
tersebut menyebabkan efek aditif dalam menurunkan tekanan darah dan memperlambat denyut jantung sisanya kategori interaksi obat mayor (n=28; 25%), kombinasi obat yang berinteraksi (simvastavin dan amlodipin), kombinasi obat
tersebut menyebabkan kerusakan hati,. Kesimpulan interaksi yang paling banyak ditemukan adalah kategori moderat, temuan ini menunjukan perlunya pemantauan terapi obat polifarmasi pasien saraf.
| Jenis koleksi: | Skripsi / Tesis / Disertasi (Skripsi / Tugas akhir) |
|---|---|
| Kata Kunci Tidak Terkendali: | Interaksi obat, polifarmasi, penyakit saraf, kombinasi, amlodipin |
| Subjek: | R Kedokteran > RS Farmasi dan Materia Medika R Kedokteran > RZ Sistem Pengobatan Lainnya |
| Divisi: | Fakultas Farmasi dan Kesehatan > Farmasi |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email yola@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 06 November 2026 07:09 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 06 November 2026 07:09 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1741 |

