UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Phytochemical screening and anti-inflammatory activity test of Sonneratia alba root extract against burns in Rats (Rattus norvegicus): Indonesia / Skrining fitokimia dan uji aktivitas antiinflamasi ekstrak akar Sonneratia alba terhadap luka bakar pada tikus (Rattus norvegicus): Indonesia

Mongi, Jeane dan Karauwan, Ferdy A. dan Tuda, Aletheia (2024) Phytochemical screening and anti-inflammatory activity test of Sonneratia alba root extract against burns in Rats (Rattus norvegicus): Indonesia / Skrining fitokimia dan uji aktivitas antiinflamasi ekstrak akar Sonneratia alba terhadap luka bakar pada tikus (Rattus norvegicus): Indonesia. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 730-738.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Burns caused by inflammation can lead to severe and potentially fatal conditions, especially if the burn is located in a very sensitive area of the body or if the burn becomes infected. Untreated inflammation can cause very severe inflammation, which can damage cells, tissues, or organs. The roots of Sonneratia alba contain alkaloids, flavonoids, saponins, triterpenoids, and tannins that can help heal burns. The aim of this research is to determine the phytochemistry and the effects of the ethanolic extract of Sonneratia alba roots on the healing of burn wounds on rat skin. Research Method: The research uses an experimental method. The research includes the extraction stage, using 96% ethanol as a solvent in the maceration process, and the ethanol extract of S. alba roots is screened for its chemical content. Testing phase of the anti-inflammatory activity of Sonneratia alba mangrove root extract on burn wound healing. Experimental animals used were 15 Rattus norvegicus rats divided into 5 groups with different concentrations of 3 treatments, that is: the positive control group with Bioplacenton gel, the negative control group with Aquadest, the group with 15% ethanol extract of S. alba root, the group with 30% ethanol extract of S. alba root, and the group with 45% ethanol extract of S. alba root. During the observation phase, the measurement of burn healing diameter was conducted over 32 days using callipers. The research result show that the ethanol extract of Sonneratia alba roots contains alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, triterpenoids, and phenolic compounds. The 15%, 30%, and 45% concentrations of the ethanol extract of Sonneratia alba roots have the potential to heal burns in rats. Ethanolic root extract showed an increase in healing power after the 20th day, faster than Biopalcenton gel.

Luka bakar yang disebabkan oleh inflamasi dapat mengarah pada kondisi yang parah dan berpotensi fatal, terutama jika luka tersebut terdapat pada area tubuh yang sangat sensitif atau jika luka tersebut terinfeksi  Peradangan yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan yang sangat parah, yang dapat merusak sel, jaringan, atau organ tubuh. Akar Sonneratia alba memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan tanin yang dapat membantu menyembuhkan luka bakar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan fitokimia dan efek ekstrak etanolik akar Sonneratia alba pada penyembuhan luka bakar pada kulit tikus.Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode eksperimental. Penelitian meliputi tahap ekstraksi, secara maserasi gunakan pelarut etanol 96%, ekstrak etanol  akar S. alba di skrining kandungan kimia. Tahap Uji aktivitas antiinflamasi ekstrak akar mangrove Sonneratia alba terhadap penyembuhan luka bakar. Hewan percobaan digunakan sebanyak 15 ekor tikus Rattus norvegicus yang menjadi 5 kelompok perlakuan konsentrasi berbeda dilakukan 3 kali pengulangan yaitu: Kelompok kontrol positif gel Bioplacenton, kelompok kontrol negatif, kelompok ekstrak etanol akar S. alba 15%, kelompok ekstrak etanol akar S. alba  30 %, dan kelompok ekstrak etanol akar S. alba  45 %. Pada tahap pengamatan pengukuran diameter daya sembuh luka bakar dilakukan selama 32 hari, menggunakan jangka sorong.Hasil penelitian  menunjukkan bahwa ekstrak etanol akar Sonneratia alba mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, triterpenoid dan senyawa fenolik. Konsentrasi ekstrak etanolik akar Sonneratia alba 15%, 30% dan 45% mempunyai potensi penyembuhan luka bakar pada tikus. Ekstrak akarn etanolik menunjukkan peningkatan daya penyembuhan setelah hari ke-20 lebih cepat dari gel Biopalcenton.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/639 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2024 Jeane Mongi, Ferdy A. Karauwan, Aletheia Tuda; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 4 (2024); 730-738; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 4 (2024); 730-738; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v7i4
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/993

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang