Tuda, Aletheia Marvla Windi dan Mongi, Jeane dan Kanter, Jabes W. dan Pareta, Douglas dan Ginting, Amal dan Hariyadi, Hariyadi (2024) Antibacterial of mangrove root infusion Sonneratia alba on Escherichia coli and Staphylococcus aureus / Antibakteri infusa akar mangrove Sonneratia alba pada Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 658-667.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Antibacterial is a substance that stops and kills the growth of bacteria. Mangrove Sonneratia alba is an exciting plant to use as a medicine because of its antibacterial properties. Secondary metabolite compounds such as alkaloids, phenols, tannins, saponins, triterpenoids, and flavonoids present in the roots are antimicrobial. This study aims to determine the antibacterial activity of mangrove root infusion of Sonneratia alba in Staphylococcus aureus and Escherichia coli. This laboratory study uses the agar diffusion technique with a well to test antibacterial. Using three concentrations, namely 25%, 50%, and 100%, this study found that the infusion of the roots of the Sonneratia alba mangrove 25%, 50%, and 100% showed antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. The results of the Kruskal-Wallis test showed that Escherichia coli bacteria showed a P value of 0.010<0.05 and Staphylococcus aureus bacteria with a P value of 0.011<0.05, which showed that there was a significant difference between the two types of bacteria because the significant value was less than 0.05.
Antibakteri ialah substansi untuk menghentikan dan membunuh pertumbuhan bakteri. Mangrove Sonneratia alba adalah tumbuhan yang menarik untuk digunakan sebagai obat karena sifatnya yang antibakteri. Senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenol, tanin, saponin, triterpenoid, dan flavonoid yang ada pada akarnya bersifat sebagai antimikroba. Studi ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri infusa akar mangrove Sonneratia alba pada Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Studi laboratorium ini menggunakan teknik difusi agar dengan sumuran untuk menguji antibakteri. Dengan menggunakan tiga konsentrasi, yaitu 25%, 50%, dan 100%, penelitian ini menemukan bahwa infusa akar mangrove Sonneratia alba 25%, 50%, dan 100% menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil uji Kruskal-Wallis memperlihatkan bahwa bakteri Escherichia coli menunjukkan nilai P sebesar 0,010<0,05 dan bakteri Staphylococcus aureus dengan nilai P sebesar 0,011<0,05, yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/636 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2024 Aletheia Marvla Windi Tuda , Jeane Mongi, Jabes W. Kanter , Douglas Pareta , Amal Ginting , Hariyadi; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 4 (2024); 658-667; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 4 (2024); 658-667; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v7i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/992 |

