Jairani, Eka Nenni dan Fatahillah, Sudana dan Sari, Dini Novita (2024) Functional snack sus khi-yam: organoleptic and chemical test of mung bean and spinach dry éclairs for anemia prevention / Camilan fungsional sus khi-yam: uji organoleptik dan kimia produk sus kering kacang hijau dan bayam untuk pencegahan anemia. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 580-587.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: Anemia is when the hemoglobin levels in the blood are lower than the normal range. Anemia can be prevented by consuming foods that are high in protein, iron, and vitamin C. Mung beans (Vigna Radiata) and green spinach (Amaranthus hybridus L.) are foods rich in iron and vitamin C so that they can help hemoglobin formation. Dry Eclairs is a snack enjoyed by all age groups. Adding mung bean flour and spinach flour to prepare dry eclairs aims to make it a healthy snack to prevent anemia. Objectives: The research seeks to determine the organoleptic and chemical test results of dried éclair with mung beans and spinach (Sus Khi-Yam). Methods: The research method used a completely randomized design (CRD) experiment with three treatments (F1, F2, and F3) and two repetitions, resulting in 6 experimental units. The Organoleptic test was conducted with 40 untrained panelists. The Chemical analysis was carried out to determine the levels of iron, antioxidants, vitamin C, fiber, and ash. Results: The organoleptic test showed that the most preferred color by the panelists was in treatment F1, with a preference level of 3.55. For flavor, treatment F2 was the most preferred by the panelists, with a preference level of 3.40. The most preferred taste was also found in the F2 treatment, with a score of 3.50. Meanwhile, the texture of the three treatments did not show significant differences in panelist preference. The Chemical test indicated that the F2 treatment had higher fiber, iron, and antioxidant content than other treatments. Conclusion: Panelist acceptance of Sus Khi-Yam snacks for all treatments (F1, F2, and F3) is acceptable, but the best Sus Khi-Yam snacks according to panelists in terms of color are in F1 treatment, the best Sus Khi-Yam snacks according to panelists in terms of texture are in F3 treatment and the best Sus Khi-Yam snacks according to panelists in terms of taste and aroma are in F2 treatment.
Latar Belakang: Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari batas normal. Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi bahan makanan tinggi protein, zat besi dan vitamin C. Kacang hijau (Vigna Radiata) dan bayam hijau (Amaranthus Hybridus L.) merupakan bahan makanan yang tinggi zat besi dan vitamin C, yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin. Sus kering merupakan camilan yang disukai semua kalangan. Penambahan tepung kacang hijau dan tepung bayam dalam pembuatan sus kering bertujuan untuk menjadikan sus kering sebagai camilan sehat untuk mencegah anemia. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil uji organoleptik dan kimia dari sus kering kacang hijau dan bayam (Sus Khi-Yam). Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (F1, F2, dan F3) dan 2 kali pengulangan sehingga menghasilkan 6 unit percobaan. Uji organoleptik dilakukan dengan melibatkan 40 orang panelis tidak terlatih. Uji kimia dilakukan untuk menganalisis kandungan zat besi, antioksidan, vitamin C, kadar serat dan kadar abu.Hasil: Uji organoleptik menunjukkan bahwa warna yang paling disukai panelis adalah perlakuan F1 dengan skor kesukaan 3,55. Untuk aroma, perlakuan F2 menjadi perlakuan yang disukai panelis dengan dengan skor kesukaan 3,40. Rasa yang paling disukai panelis juga terdapat pada perlakuan F2 dengan skor 3,50. Sementara itu, tekstur dari ke tiga perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap tingkat kesukaan panelis. Uji kimia menunjukkan bahwa perlakuan F2 memiliki kandungan serat, zat besi, dan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kesimpulan: Penerimaan panelis terhadap camilan Sus Khi-Yam untuk semua perlakuan (F1, F2 dan F3) dapat diterima, namun camilan Sus Khi-Yam terbaik menurut panelis dari segi warna yaitu pada perlakuan F1, camilan Sus Khi-Yam terbaik menurut panelis dari segi tekstur yaitu pada perlakuan F3 dan camilan Sus Khi-Yam terbaik menurut panelis dari segi rasa dan aroma yaitu pada perlakuan F2. Perlakuan F2 memiliki kandungan serat, zat besi, dan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/628 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2024 Eka Nenni Jairani, Sudana Fatahillah , Dini Novita Sari ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 4 (2024); 580-587; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 4 (2024); 580-587; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v7i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/990 |

