Wulandari, Ayu dan Patala, Recky dan Mariyani, Mariyani dan Prinasari, Rezan (2025) Acute Oral Toxicity Test of Ethanol Extract from the Root of the Bungkus Plant (Smilax rotundifolia L.) on Male White Rats (Rattus nervegicus) / Uji Toksisitas Akut Oral Ekstrak Etanol Akar Tanaman Bungkus (Smilax rotundifolia L.) pada Tikus Putih Jantan (Rattus nervegicus). Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1328-1335.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: Smilax rotundifolia, commonly known as "bungkus" plant, is an indigenous species from Papua recognized for its potential as an aphrodisiac agent. Traditionally, the local population applies parts of the plant directly to the male genital area, a method that causes itching and highlights the need for development into a safer and more user-friendly formulation. Objective: This study aimed to evaluate the safety of the ethanol extract of Smilax rotundifolia roots through acute toxicity testing, with observation parameters including signs of toxicity, body weight changes, and LD₅₀ value. Methods: Acute toxicity testing was conducted on male white rats (Rattus norvegicus) divided into five groups: normal control and treatment groups receiving extract doses of 5, 50, 300, and 2000 mg/kg body weight. Toxic signs were observed at 0; 0.5; 1; 2; 4; 6; and 24 hours post-administration, while body weight was monitored over a 14-day period. Results: No mortality was observed in any of the treatment groups up to day 14. The rats’ body weights did not show significant changes, and no notable macroscopic organ abnormalities were found, even in the group receiving the highest dose (2000 mg/kgBW). Conclusion: Based on these findings, the ethanol extract of Smilax rotundifolia root is classified as low toxicity (Category 5) or practically non-toxic.
Latar Belakang: Tanaman bungkus (Smilax rotundifolia) merupakan tanaman khas Papua yang dikenal memiliki potensi sebagai agen afrodisiak. Penggunaan tradisional oleh masyarakat setempat dilakukan dengan cara menempelkan bagian tanaman pada alat kelamin pria, namun metode ini menimbulkan rasa gatal sehingga diperlukan pengembangan dalam bentuk sediaan yang lebih aman dan praktis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan ekstrak etanol akar tanaman bungkus melalui uji toksisitas akut, dengan parameter pengamatan meliputi tanda-tanda toksik, perubahan berat badan, dan nilai LD₅₀. Metode: Uji toksisitas akut dilakukan pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan: kontrol normal, serta kelompok yang diberikan ekstrak pada dosis 5, 50, 300, dan 2000 mg/kgBB. Pengamatan terhadap tanda-tanda toksik dilakukan pada jam ke-0; 0,5; 1; 2; 4; 6; dan 24, serta penimbangan berat badan dilakukan selama 14 hari. Hasil Penelitian: Tidak ditemukan kematian pada seluruh kelompok perlakuan hingga hari ke-14. Berat badan tikus tidak menunjukkan perubahan drastis, dan tidak ditemukan perubahan makroskopik organ yang signifikan, termasuk pada kelompok dengan dosis tertinggi (2000 mg/kgBB). Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol akar tanaman bungkus dikategorikan sebagai zat dengan toksisitas rendah (Kategori 5) atau praktis non-toksik.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/605 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Ayu Wulandari, Recky Patala , Mariyani , Rezan Prinasari ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 2 (2025); 1328-1335; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 2 (2025); 1328-1335; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/979 |

