UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Effect of Ethanol Extract of Anting-Anting Herb (Acalypha indica) on GLUT 2 Expression in the Pancreas of Diabetics Rats / Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Herba Anting-Anting (Acalypha indica) terhadap Ekspresi GLUT 2 pada Pankreas Tikus Diabetes

Toding, Ficanata Adhiguna dan Islamiati, Utami dan Wulandari, Ayu dan Nugroho, Agung Endro dan Widodo, Gunawan Pamudji dan Patala, Recky (2025) Effect of Ethanol Extract of Anting-Anting Herb (Acalypha indica) on GLUT 2 Expression in the Pancreas of Diabetics Rats / Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Herba Anting-Anting (Acalypha indica) terhadap Ekspresi GLUT 2 pada Pankreas Tikus Diabetes. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1954-1960.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Background: Anting-anting herb (Acalypha indica L.) has been traditionally known for its antidiabetic properties. Its mechanism of action is presumed to involve the regeneration of damaged pancreatic β-cells; however, its effect on the expression of GLUT-2, a key glucose transporter in insulin secretion, remains to be further investigated. Objective: This study aimed to analyze the effect of ethanol extract of Anting-anting herb on GLUT-2 protein expression in pancreatic β-cells of Streptozotocin–Nicotinamide–induced diabetic rats. Methods: This laboratory experimental study used 25 male rats (Rattus norvegicus), randomly assigned into five groups: normal control, negative control (diabetes + 1% CMC), positive control (diabetes + glibenclamide 0.45 mg/kg BW), treatment 1 (diabetes + extract 100 mg/kg BW), and treatment 2 (diabetes + extract 200 mg/kg BW). Diabetes was induced intraperitoneally with Streptozotocin (50 mg/kg BW) and Nicotinamide (110 mg/kg BW). The treatments were administered orally for 14 days. GLUT-2 expression in pancreatic tissue was quantitatively analyzed using immunohistochemistry, and protein density was measured with ImageJ software. Data were analyzed using one-way ANOVA. Results: Phytochemical analysis revealed that the extract contained flavonoids, tannins, saponins, and steroids. The group treated with 200 mg/kg BW extract showed a significant increase in GLUT-2 protein density (11,608,400 molecules/µm²) compared with the negative control group (5,074,533 molecules/µm²) (p < 0.05). This value was even higher than that of the positive control (glibenclamide), which showed a density of 10,626,864 molecules/µm². Conclusion: Administration of ethanol extract of Anting-anting herb at a dose of 200 mg/kg BW significantly increased GLUT-2 expression in pancreatic β-cells of diabetic rats. This enhancement is strongly presumed to contribute to the antidiabetic mechanism of Anting-anting herb.

Latar Belakang: Herba anting-anting (Acalypha indica L.) dikenal dalam pengobatan tradisional memiliki khasiat antidiabetes. Mekanisme kerjanya diduga melalui regenerasi sel β pankreas yang rusak, namun pengaruhnya terhadap ekspresi GLUT-2, transporter glukosa penting dalam sekresi insulin, masih perlu diteliti lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak etanol herba anting-anting terhadap ekspresi protein GLUT-2 pada sel β pankreas tikus model diabetes yang diinduksi Streptozotocin-Nikotinamid. Metode: Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan 25 tikus jantan (Rattus norvegicus) yang dibagi secara acak lengkap menjadi 5 kelompok: kontrol normal, kontrol negatif (diabetes + CMC 1%), kontrol positif (diabetes + glibenklamid 0,45 mg/kgBB), perlakuan 1 (diabetes + ekstrak 100 mg/kgBB), dan perlakuan 2 (diabetes + ekstrak 200 mg/kgBB). Diabetes diinduksi dengan Streptozotocin (50 mg/kgBB) dan Nikotinamid (110 mg/kgBB) intraperitoneal. Terapi diberikan selama 14 hari secara oral. Ekspresi GLUT-2 pada jaringan pankreas dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode imunohistokimia dan diukur densitas proteinnya dengan perangkat lunak ImageJ. Data dianalisis dengan uji one-way ANOVA. Hasil: Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Kelompok yang diberi ekstrak 200 mg/kgBB menunjukkan peningkatan densitas protein GLUT-2 yang signifikan (11.608.400 molekul/µm²) dibandingkan kelompok kontrol negatif (5.074.533 molekul/µm²) (p < 0,05). Nilai ini bahkan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol positif (glibenklamid) yang memiliki densitas 10.626.864 molekul/µm². Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol herba anting-anting dosis 200 mg/kgBB terbukti signifikan dalam meningkatkan ekspresi GLUT-2 pada sel β pankreas tikus diabetes. Peningkatan ini diduga kuat berkontribusi pada mekanisme antidiabetes dari herba anting-anting.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/597 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2025 Ficanata Adhiguna Toding, Utami Islamiati , Ayu Wulandari, Agung Endro Nugroho , Gunawan Pamudji Widodo, Recky Patala ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1954-1960; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 8 Nomor 3 (2025); 1954-1960; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v8i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/975

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang