Kaban, Vera Estefania dan Nasri, Nasri dan Rani, Zulmai dan Suci, Nurul dan Karo Sekali, Elva Swandi dan Sagala, Hasel Untung Bersinar (2024) The effect of turmeric parent extract gel (Curcuma longa Linn) on incision wound healing in male white rats (Rattus norvegicus) / Pengaruh gel ekstrak induk kunyit (Curcuma longa linn) terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 616-627.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
One plant that has been shown to aid wound healing is turmeric. Turmeric has been scientifically proven to have choleretic and anti-inflammatory properties. Turmeric contains curcumin, which has antibacterial and antioxidant qualities that can accelerate the migration and re-epithelialization of cells useful in wound healing, including myofibroblasts, fibroblasts, and macrophages. This study aimed to determine the effect of turmeric mother extract gel on wound healing in male white rats (Rattus norvegicus). This study was conducted using experimental tests. Turmeric extract was prepared using 96% ethanol solvent with a maceration process. A 2 cm long incision wound was made on the back of white rats. The test animals were then divided into five groups to receive different treatments. Groups 3, 4, and 5 received turmeric mother extract gel with concentrations of 1%, 5%, and 10%, while Group 1 was negative control and Group 2 was positive control. The results showed that the incision wounds in male white rats could heal faster - on average, about 7.10 days - when treated with 96% ethanol extract of turmeric mother with doses of 1%, 5%, and 10%. This study concludes that a 10% turmeric mother extract gel is the best method to accelerate wound healing.
Salah satu tanaman yang telah terbukti membantu penyembuhan luka adalah kunyit. Kunyit telah terbukti secara ilmiah memiliki sifat koleretik dan anti-inflamasi. Kunyit mengandung bahan kimia yang disebut kurkumin, yang memiliki kualitas antibakteri dan antioksidan yang dapat mempercepat migrasi dan re-epitelisasi sel-sel yang berguna dalam penyembuhan luka, termasuk myofibroblas, fibroblas, dan makrofag. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak induk kunyit terhadap penyembuhan luka pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji eksperimental. Pembuatan ekstrak kunyit dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 96% dengan proses maserasi. Luka sayatan sepanjang 2 cm dibuat pada punggung tikus putih. Hewan uji kemudian dibagi menjadi lima kelompok untuk mendapatkan perlakuan yang berbeda. Kelompok 3, 4, dan 5 mendapatkan gel ekstrak induk kunyit dengan konsentrasi 1%, 5%, dan 10%, sedangkan kelompok 1 sebagai kontrol negatif dan kelompok 2 sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luka sayat pada tikus putih jantan dapat sembuh lebih cepat - rata-rata sekitar 7,10 hari - ketika diberi perlakuan dengan ekstrak etanol 96% induk kunyit dengan dosis 1%, 5%, dan 10%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode terbaik untuk mempercepat penyembuhan luka adalah dengan menggunakan gel yang mengandung ekstrak induk kunyit 10%.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/590 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2024 Vera Estefania Kaban, Nasri Nasri, Zulmai Rani, Nurul Suci, Elva Swandi Karo Sekali, Hasel Untung Bersinar Sagala; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 4 (2024); 616-627; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 4 (2024); 616-627; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v7i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/971 |

