UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

The test of activity aphrodisiac clove leaf (Syzygium aromaticumL.) of ethanol extract on male white rats (Rattus norvegicus) / Uji aktivitas afrodisiak ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus)

Patala, Recky dan Risnawati, Risnawati dan Wulandari, Ayu dan Yanuarty, Rezky dan Handayani, Tien Wahyu (2024) The test of activity aphrodisiac clove leaf (Syzygium aromaticumL.) of ethanol extract on male white rats (Rattus norvegicus) / Uji aktivitas afrodisiak ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 316-322.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Sex drive is what everyone needs to have a beautiful and harmonious sex life. Decreased sex drive is one of the factors that cause discord in relationships between men and women, and sexual dysfunction is a major concern. In Indonesia, this sexual disorder is most prevalent in men with a prevalence rate of 10% (all ages combined) and more than 50% occurs in the age group 50-70 years. The aim of this study was to determine the aphrodisiac effect of the extract by looking at several parameters, namely mount latency (ML), intromission frequency (IL), ejaculation latency (EL), mount frequency (MF), intromission frequency (IF), and ejaculation frequency (EF). This study used an experimental method with a post-test modified randomized control group design with 15 male white rats and 30 female white rats divided into 3 treatment groups with a ratio of (1: 2), each group consisting of 5 male rats and 10 female rats. Normal control group (NaCMC 0.5%), positive control group (X-Gra 52.5 mg/kgBB), and control test clove leaf extract sample at a dose of 250 mg/kgBB. Administration of extracts and comparators was only given to male white rats for 30 days. The results of this study indicate that clove leaf extract contains secondary metabolites of flavonoids, saponins, alkaloids, tannins, and strong antioxidants. The administration of clove leaf of extract at a dose of 250 mg/kg body weight showed a significant difference between the positive group and clove leaf of extract with a value of P < 0.05, this indicates that clove leaf of extract has aphrodisiac activity.

Gairah seks ialah hal yang dibutuhkan setiap orang untuk mempunyai kehidupan seks yang indah dan harmonis. Penurunan gairah seks ini ialah salah satu faktor yang menyebabkan perselisihan dalam hubungan antara pria dan wanita, dan disfungsi seksual menjadi perhatian utama. Di Indonesia gangguan seksual ini paling banyak terjadi pada laki-laki dengan angka prevalensi 10% (gabungan semua umur) dan lebih dari 50% terjadi pada kelompok umur 50-70 tahun. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek afrodisiak ekstrak tersebut dengan melihat beberapa parameter yaitu parameter mount latency (ML), intromission frequency (IL), ejaculation latency (EL), mount frequency (MF), intromission frequency (IF),dan ejaculation frequency(EF). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan post test modified randomized control group design dengan 15 ekor tikus putih jantan dan 30 ekor tikus putih betina yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan dengan perbandingan (1:2), setiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus jantan dan 10 ekor tikus betina. Kelompok kontrol normal (Na CMC 0,5%), kelompok kontrol positif (X-Gra 52,5 mg/kgBB), kelompok kontrol uji ekstrak daun cengkeh dengan dosis 250 mg/kgBB. Pemberian ekstrak dan pembanding hanya diberikan pada tikus putih jantan selama 30 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun cengkeh mengandung metabolit sekunder flavonoid, saponin, alkaloid, tanin dan antioksidan kuat. Pemberian ekstrak daun cengkeh dengan dosis 250 mg/kg berat badan menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok positif dan ekstrak daun cengkeh dengan nilai P < 0,05, hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun cengkeh memiliki aktivitas afrodisiak.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/485 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2024 Recky Patala, Risnawati, Ayu Wulandari , Rezky Yanuarty , Tien Wahyu Handayani ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 3 (2024); 316-322; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 3 (2024); 316-322; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v7i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/934

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang