Kasmadi, Fathnur Sani dan Anggia, Sonia dan Yuliawati, Yuliawati dan Efendi, M. Rifqi (2024) Topical effects of cinnamon leaf extract (Cinnamomum burmannii) gel as an incision wound healer in male white rabbits (Oryctolagus cuniculus) / Efek topikal gel ekstrak daun kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai penyembuh luka insisi pada kelinci putih jantan (Oryctolagus cuniculus). Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 522-528.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Cinnamon leaves (Cinnamomum burmannii) are plants that have many pharmacological effects. One of them is as a wound healer. The gel formulation becomes a convenient therapeutic solution for use. This study aimed to determine the impact of gel preparations on the healing of incision wounds in male white rabbits. The research method uses experimental methods. The test animal was injured on its back using a tool with a diameter of 2.5cm. There are five treatment groups used, namely: positive control (Bioplasenton), negative control (gel base), Formula 1 (extract 2.5%), Formula 2 (extract 5%), and Formula 3 (extract 7.5%). The results of wound healing observations were analysed using one-way ANOVA with a confidence level of 95%. The results showed that the best formula for wound healing is formula 2. Then, formula three and formula 1 had a significance value between groups of 0.05.
Daun kayu manis (Cinnamomum burmannii) merupakan tanaman yang memiliki banyak efek farmakologis. Salah satunya adalah sebagai penyembuh luka. Formulasi gel menjadi solusi pemberian terapi yang nyaman untuk digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek sediaan gel terhadap penyembuhan luka insisi pada kelinci putih jantan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental. Hewan uji di lukai punggungnya menggunakan alat dengan diameter 2,5cm. Kelompok perlakuan yang digunakan ada 5 kelompok yaitu: Kontrol positif (Bioplasenton), kontrol negatif (basis gel), Formula 1 (ekstrak 2,5%), Formula 2 (ekstrak 5%), dan Formula 3 (ekstrak 7,5%). Hasil pengamatan penyembuhan luka di analisis menggunakan ANOVA satu arah dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik dalam penyembuhan luka adalah formula 2. Kemudian diikuti formula 3 dan formula 1 dengan nilai signifikansi antar kelompok 0,05.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/466 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2024 Fathnur Sani Kasmadi, Sonia Anggia, Yuliawati Yuliawati, M. Rifqi Efendi; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 4 (2024); 522-528; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 4 (2024); 522-528; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v7i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/928 |

