UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Analis manajemen obat di instalasi farmasi rumah sakit umum daerah kolonel Abunjani Bangko / Analysis of drug management in Pharmacy Installations Colonel Abunjani Bangko Regional General Hospital

Maimum, Maimum (2023) Analis manajemen obat di instalasi farmasi rumah sakit umum daerah kolonel Abunjani Bangko / Analysis of drug management in Pharmacy Installations Colonel Abunjani Bangko Regional General Hospital. Journal of Pharmaceutical and Sciences (1). hal. 414-421.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Pharmaceutical care in the hospital is one activity that can support good quality. According to the previous observation, in some cases, the adding number of drugs, choosing a less precise drug, emptiness of the drug, and inexpediency between drug planning and consumption. Considering the importance of drug management, then it needs to be browsed all phases of drug management, from the beginning step of selection, procurement (planning and supplying), storage, distribution, and use. The study used descriptive analysis by taking prospective and retrospective data. Data related to drug management is analyzed to use indicator management of drugs. Then, the result is compared with existing standards and research done in another hospital. The results of the interview are also supported by further analysis. Study results indicate that the selection phase has not yet shown efficiency at indicator according to drug with DOEN and formularium. Phase of planning: did not make the drug requirement; on the other hand, the fund allocation is enough to make it. The phase of supplying: The frequency of providing drugs is low, and 15 35% of invoices do not match an order then, and delayed payment is 22 days on average. Storage and distribution show good results. The phase of use, the percentage of drugs prescribed by generic name for hospitalized and ongoing patients 27,1% and 32,3%, the rate of medicines prescribed from formulary for hospitalized 87, 78% and persistent patients 89,95%, percentage usage of antibiotics for hospitalized 12, 57% and 24, 82% for the ongoing patient, percentage usage of injection for hospitalized 47, 26%, the average number of drug per encounter 2, 9 for hospitalization and ongoing patient.

Pelayanan Farmasi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Berdasarkan observasi pendahuluan ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi Instalasi Farmasi RSUD Kolonel Abunjani Bangkoantara lain jumlah item obat yang selalu bertambah, pemilihan jenis obat yang kurang tepat, kekosongan obat serta ketidaksesuaian antara obat yang dipesan dengan yang dikirim. Mengingat pentingnya manajemen obat, maka perlu ditelusuri gambaran keseluruhan tahap-tahap manajemen obat mulai dari seleksi, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, distribusi dan penggunaan. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dan prospektif. Data yang berhubungan dengan proses manajemen obat dianalisis menggunakan indikator manajemen obat, kemudian hasilnya dibandingkan dengan standar yang ada dan penelitian yang pernah dilakukan di rumah sakit yang lain, serta melakukan wawancara untuk mendukung data yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap seleksi belum menunjukkan hasil yang baik pada indikator kesesuaian obat dengan DOEN dan kesesuaian obat dengan formularium. Pada tahap perencanaan, belum membuat perencanaan kebutuhan obat pertahun sedangkan dana yang tersedia mampu mencukupi kebutuhan obat. Pada tahap pengadaan: frekuensi pengadaan obat rendah dan terdapat 15,35% faktur yang tidak sesuai dengan surat pesanan serta rata-rata keterlambatan pembayaran adalah 22 hari setelah jatuh tempo. Pada tahap penyimpanan dan distribusi sudah menunjukkan hasil yang baik. Pada tahap penggunaan, persentase penulisan obat generik pasien rawat jalan 27,1% dan rawat inap 32,3%, persentase penulisan resep sesuai dengan formularium untuk pasien rawat jalan 89,95 % dan pasien rawat inap 87,78 %, persentase penulisan resep obat antibiotik untuk pasien rawat jalan 12,57% dan 24,82% untuk pasien rawat inap, persentase penulisan resep injeksi pada pasien rawat inap adalah 47,26% serta rata-rata jumlah item obat per lembar resep adalah 2,9 untuk rawat inap dan rawat jalan.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/457 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Maimum; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; Suppl. 1, No. 1 (2023); 414-421; Journal of Pharmaceutical and Sciences; Suppl. 1, No. 1 (2023); 414-421; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i5-si
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/923

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang