UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Assessing of the weight metal contamination of timbal (Pb), cadmium (Cd), and mercury (Hg) in vegetables in the agricultural region of Aceh Jaya using atomic absorption spectrofotometry method.ing atomic absorption spectrofotometry method. / Vegetables, Heavy metals, FAAS, Kajian Cemaran Logam Berat Timbal (Pb), Kadmium (Cd), Dan Merkuri (Hg) Pada Sayuran Di Daerah Pertambangan Aceh Jaya Secara Spektrofotometri Serapan Atom.

Kurniaty, Rina dan Adiyana, T.M. Dayan dan Yusuf, Muhammad dan Mahmudi, Mahmudi (2024) Assessing of the weight metal contamination of timbal (Pb), cadmium (Cd), and mercury (Hg) in vegetables in the agricultural region of Aceh Jaya using atomic absorption spectrofotometry method.ing atomic absorption spectrofotometry method. / Vegetables, Heavy metals, FAAS, Kajian Cemaran Logam Berat Timbal (Pb), Kadmium (Cd), Dan Merkuri (Hg) Pada Sayuran Di Daerah Pertambangan Aceh Jaya Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 300-307.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Heavy metal contamination in vegetables poses a threat to humans, especially at predetermined thresholds. In this study, Pb, Cd, and Hg metals were analyzed using Flame - Atomic Absorption Spectrometry (F-AAS) and Vapor Generation Accesory - Atomic Absorption Spectrometry (VGA-AAS) methods at mining areas in Krueng Sabee Sub-District, Aceh Jaya District, Aceh Province. Method validation was conducted to obtain accurate heavy metal analysis results on the samples. The results showed that the highest Pb metal contamination was found in cassava leaf I sample with levels of 2.44 ± 1.33 mg/Kg and the lowest was found in spinach III sample with levels of 0.15 ± 0.07 mg/Kg. The high Pb content was also found in kale I and spinach I samples obtained in areas close to the mining area with levels of 1.07 ± 0.59 mg/Kg and 0.93 ± 0.50 mg/Kg, respectively. The highest Cd metal contamination content was found in kale II samples with levels of 0.11 ± 0.01 mg/Kg and the lowest Cd metal contamination with levels of 0.02 ± 0.01 mg/Kg was found in cassava leaf II samples. The highest Hg metal content of 0.58 ± 0.12 mg/Kg was found in cassava leaf I sample and the lowest level was 0.04 ± 0.02 mg/Kg owned by spinach III sample. Contamination of Hg metal in all vegetable samples showed levels that were above the established SNI 7387 (2009) quality standard of 0.03 mg/Kg. The quality standards for Pb and Cd metal contamination are 0.5 mg/Kg and 0.2 mg/Kg, respectively.  This study shows the need for government monitoring of heavy metal contamination in agricultural areas near mining activities to ensure safe food consumption.

Cemaran logam berat pada sayuran menjadi ancaman bagi manusia, terutama pada ambang batas yang telah ditentukan. Pada penelitian ini telah dilakukan analisa logam Pb, Cd, dan Hg menggunakan metode Flame - Atomic Absorption Spectrometry (F-AAS) dan Vapor Generation Accesory - Atomic Absorption Spectrometry (VGA-AAS) pada kawasan pertambangan didaerah kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Validasi metode dilakukan untuk mendapatkan hasil analisis logam berat yang akurat pada sampel. Hasil menunjukkan bahwa cemaran logam Pb tertinggi terdapat pada sampel daun singkong I dengan kadar 2,44 ± 1,33 mg/Kg dan yang terendah ditemukan pada sampel bayam III dengan kadar 0,15 ± 0,07 mg/Kg. Kandungan Pb yang tinggi juga ditemukan pada sampel kangkung I dan Bayam I yang diperoleh pada daerah dekat dengan kawasan pertambangan dengan kadar masing-masing 1,07 ± 0,59 mg/Kg dan 0,93 ± 0,50 mg/Kg. Kandungan cemaran logam Cd tertinggi ditemukan pada sampel kangkung II dengan kadar yaitu 0,11 ± 0,01 mg/Kg dan cemaran logam Cd terendah dengan kadar 0,02 ± 0,01 mg/Kg terdapat dalam sampel daun singkong II. Kandungan kadar logam Hg tertinggi yaitu 0,58 ± 0,12 mg/Kg ditemukan dalam sampel daun singkong I dan kadar yang terendah yaitu 0,04 ± 0,02 mg/Kg yang dimiliki oleh sampel bayam III. Cemaran logam Hg pada semua sampel sayuran menunjukkan kadar yang berada diatas baku mutu SNI 7387 tahun 2009 yang telah ditetapkan yaitu 0,03 mg/Kg. Baku mutu untuk cemaran logam Pb dan Cd yaitu masing-masing 0,5 mg/Kg dan 0,2 mg/Kg. Penelitian ini menunjukkan perlunya pemantauan pemerintah tentang cemaran logam berat di area pertanian di dekat kegiatan pertambangan untuk memastikan konsumsi makanan yang aman.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/448 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2024 Rina Kurniaty , T.M. Dayan Adiyana, Muhammad Yusuf , Mahmudi Mahmudi ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 3 (2024); 300-307; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 3 (2024); 300-307; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v7i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:27
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:27
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/918

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang