Burhanudin, Yasmin Ramadania dan Gozali, Dolih (2024) The role of pharmacists in handling self-medication minor illness cases at the pharmacy / Peran apoteker dalam menangani swamedikasi kasus minor illnes di apotek. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 51-57.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Health is a crucial part of life. An individual's level of living is reflected in their state of health. The most important thing to do if the person has health issues at any point is to make every effort to heal through self-medication. Preparing this article is to evaluate how healthy pharmacists perform self-medication and make drug selections to enhance public health. Self-medication is typically used to cure common minor health issues, such as skin infections, worm infections, coughs, influenza, stomach ulcers, dizziness, coughing, diarrhea, and coughing up blood. The research in question was derived from search engine results and examined pharmacists' capacity to prescribe medications for mild ailments. According to the search results in several journals, the overall accuracy rate of recommendations for children experiencing acute diarrhea is 13.09%; for diarrhea, including blood, it is 34.52%; for dyspepsia due to side effects of Diclofenac Sodium, it is 21%; and for dyspepsia without alarm, symptoms is 83%. According to research findings, enhancing pharmacists' capacity to offer drug guidance while facilitating self-medication is crucial.
Kesehatan adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan. Kesehatan merupakan cerminan dari tingkat standar hidup yang dimiliki suatu individu. Apabila suatu saat individu tersebut mengalami gangguan kesehatan, maka hal utama yang dilakukan ialah berupaya sembuh melalui pengobatan sendiri atau swamedikasi. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan minor illness (gangguan kesehatan ringan) yang banyak dialami oleh masyarakat, seperti batuk, influenza, maag, pusing, batuk, diare, infeksi cacing, dan kulit. Penyusunan artikel ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan apoteker dalam menentukan pilihan obat dalam melakukan ber-swamedikasi untuk meningkatkan kesehatan kepada masyarakat. Artikel ini diperoleh dari hasil penelusuran beberapa jurnal, didapatkan penelitian yang mengamati kemampuan apoteker dalam memberikan rekomendasi obat pada kasus minor illnes. Hasil penelusuran meliputi bahwasannya total presentase ketepatan rekomendasi untuk penyakit diare akut pada anak memperoleh nilai 13,09%, untuk penyakit diare disertai darah memperolah nilai 34,52%, untuk penyakit Dispepsia karena efek samping natrium diklofenak memperoleh nilai 21%, dan untuk penyakit dipepsia tanpa alarm symptoms memperoleh nilai 83%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, perlu ditingkatkan kemampuan apoteker dalam memberikan saran obat saat melakukan pelayanan swamedikasi.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/445 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2024 Yasmin Ramadania Burhanudin, Dolih Gozali ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 1 (2024); 51-57; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 7 Nomor 1 (2024); 51-57; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v7i1 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:27 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/917 |

