Dewi, Asiska Permata dan Darmadi, Darmadi dan Yesti, Yulia (2023) Antibacterial Activity Test of Ethanol Fraction of Moringa Leaves (Moringa oleifera L.) Against Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis / Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Journal of Pharmaceutical and Sciences (1). hal. 152-158.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Moringa olifera L. is a herbaceous plant that consists of phytochemicals such as flavonoids, saponins cytokinins, acid-caffeoylquinic and contains unsaturated fatty acids such as linoleic (omega 6) and alfalinolenat (omega 3). This research aimed to determine the chemical compound content in the ethanol fraction of Moringa leaves and test its antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis. Phytochemical screening was carried out through a color reaction using a certain reagent; then the antibacterial activity test was carried out using the disc diffusion method with ethanol fraction concentrations of 15%, 30%, 45%, and 60%. The results showed that the compounds contained in the ethanol fraction of Moringa leaves were alkaloid, flavonoid, saponin, and tannin. The diameter of the inhibition zone for S. aureus bacteria is 7.43 mm – 10.16 mm, while for S. epidermidis bacteria is in the range 7.43 mm – 10.48 mm. It can be concluded that the ethanol fraction of Moringa leaves has antibacterial activity against S. aureus and S. epidermidis bacteria.
Tanaman kelor (Moringa oliefera L.) merupakan tanaman perdu yang memiliki beberapa kandungan senyawa kimia diantaranya flavonoid, saponin sitokinin, asam-caffeolylquinat dan mengandung asam lemak tak jenuh seperti linoleat (omega 6) dan alfalinolenat (omega 3). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam fraksi etanol daun kelor, serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Skrining fitokimia dilakukan melalui reaksi warna dengan menggunakan suatu pereaksi tertentu, selanjutnya uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram dengan konsentrasi fraksi etanol sebesar 15%, 30%, 45% dan 60%. Hasil penelitian menunjukkan senyawa yang terdapat dalam fraksi etanol daun kelor adalah alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Diameter zona hambat terhadap bakteri S. aureus berada pada rentang 7,43 mm – 10,16 mm, sedangkan terhadap bakteri S. epidermidis berada pada rentang 7,43 mm – 10,48 mm. dapat disimpulkan bahwa fraksi etanol daun kelor memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan S. epidermidis.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/393 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Asiska Permata Dewi, Darmadi, Yulia Yesti; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; Suppl. 1, No. 1 (2023); 152-158; Journal of Pharmaceutical and Sciences; Suppl. 1, No. 1 (2023); 152-158; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i5-si |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:29 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:29 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/887 |

