UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Phytochemical screening and antioxidant activity test of methanol extract salam leaves (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) from Gampong Bunot Pidie Jaya using the DPPH method / Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) dari Gampong Bunot, Pidie Jaya dengan metode DPPH

Nazirah, Nazirah dan Nasution, Muhammad Amin dan Ridwanto, Ridwanto dan Nasution, Haris Munandar (2023) Phytochemical screening and antioxidant activity test of methanol extract salam leaves (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) from Gampong Bunot Pidie Jaya using the DPPH method / Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) dari Gampong Bunot, Pidie Jaya dengan metode DPPH. Journal of Pharmaceutical and Sciences (1). hal. 104-116.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Antioxidants are compounds that can delay, slow down, or inhibit the oxidation reaction of food or medicine. Antioxidants include electron-donor compounds that work by donating an electron to compounds that are free radicals so that radical activity is inhibited. One of the plants that can be used as a source of natural antioxidants is salam leaf (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp). Salam leaves contain secondary metabolite compounds, including alkaloids, tannins, saponins, steroids, triterpenoids, and flavonoids, which act as antioxidants. The study aimed to determine whether the methanol extract of salam leaves (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.), which grows in Gampong Bunot, Pidie Jaya, contains secondary metabolites and has activity as an antioxidant. This research was conducted experimentally, where the sample used was salam leaves. The stages of this research included the processing of plant materials, preparation of methanol extract of salam leaves, characterization examination, phytochemical screening, and antioxidant activity test of methanol extract of salam leaves using the DPPH method. Salam leaf extract was prepared by maceration method using methanol solvent obtained and concentrated with a rotary evaporator, then the phytochemical screening test and the antioxidant activity test of the methanol extract of salam leaves were carried out using the DPPH method (1,1 diphenyl-2-picrylhidrazil) at a wavelength of 516 nm and vitamin C as a comparison. Based on the results of the phytochemical screening test, there were differences in secondary metabolites in the methanol extract of salam leaves grown in Gampong Bunot, Pidie Jaya, including alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids, and glycosides. The results of the antioxidant activity test of the methanol extract of salam leaves obtained the IC value50 of 25.68 µg/ml and the IC value50 Vitamin C of 4.537 µg/ml in the second category is very strong.

Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menunda, memperlambat atau menghambat reaksi oksidasi makanan atau obat. Antioksidan termasuk senyawa pendonor elektron yang bekerja dengan cara mendonorkan satu elektronnya kepada senyawa yang bersifat radikal bebas sehingga aktivitas radikal terhambat. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan alami yaitu daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp). Daun salam mengandung senyawa metabolite sekunder diantaranya alkaloid, tanin, saponin, steroid, triterpenoid, dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ekstrak metanol daun salam untuk mengetahui apakah ekstrak metanol daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) yang tumbuh di Gampong Bunot, Pidie Jaya mengandung metabolit sekunder dan memiliki aktivitas sebagai antioksidan.Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, dimana sampel yang digunakan adalah daun salam. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan bahan tumbuhan, pembuatan ekstrak metanol daun salam, pemeriksaan karakterisasi, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun salam dengan metode DPPH. Ekstrak daun salam dibuat dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut metanol yang diperoleh dan dipekatkan dengan rotary evaporator, selanjutnya dilakukan uji skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun salam dengan metode DPPH (1,1 diphenyl-2-picrylhidrazil) pada panjang gelombang 516 nm dan vitamin C sebagai pembanding. Berdasarkan hasil uji skrining fitokimia terdapat perbedaan metabolite sekunder pada ekstrak metanol daun salam yang tumbuh di Gampong Bunot, Pidie Jaya antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan glikosida. Dan hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun salam didapatkan nilai IC50 sebesar 25,68  µg/ml dan nilai IC50 Vitamin C sebesar 4, 537 µg/ml dengan kategori keduanya sangat kuat.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/376 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Nazirah, Muhammad Amin Nasution, Ridwanto, Haris Munandar Nasution; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; Suppl. 1, No. 1 (2023); 104-116; Journal of Pharmaceutical and Sciences; Suppl. 1, No. 1 (2023); 104-116; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i5-si
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:29
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:29
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/876

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang