UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Phytochemical screening and antioxidant activity test of ethanol extract of casturi mango leaves (Mangifera casturi Koesterm.) from Drien Bungong village, Pidie Jaya, using the DPPH method / Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mangga kasturi (Mangifera casturi Koesterm.) dari Gampong Drien Bungong, Pidie Jaya dengan metode DPPH

Mulyani, Fitri dan Rahayu, Yayuk Putri dan Daulay, Anny Sartika dan Nasution, Haris Munandar (2023) Phytochemical screening and antioxidant activity test of ethanol extract of casturi mango leaves (Mangifera casturi Koesterm.) from Drien Bungong village, Pidie Jaya, using the DPPH method / Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mangga kasturi (Mangifera casturi Koesterm.) dari Gampong Drien Bungong, Pidie Jaya dengan metode DPPH. Journal of Pharmaceutical and Sciences (1). hal. 49-63.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Antioxidants are chemical compounds that, in specific amounts, can inhibit or slow down cell damage caused by free radicals. Antioxidants function to protect the body from free radical attacks. The more free radicals in the body, the more cells will be damaged. One plant that contains antioxidant compounds is casturi mango (Mangifera casturi Koesterm.). Casturi mango (Mangifera casturi Koesterm.) is a plant that contains secondary metabolite compounds such as saponins, tannins, triterpenoids, flavonoids, and phenolics which have potential as antioxidants. This research aimed to determine differences in secondary metabolite compounds and antioxidant activity of ethanol extract of casturi mango leaves (Mangifera casturi Koesterm.) growing in Gampong Drien Bungong, Pidie Jaya. The stages of this research include sample processing, making ethanol extract of kasturi mango leaves, characterization examination, phytochemical screening, and antioxidant activity test. The sample used was musk mango leaves. The ethanol extract of casturi mango leaves (Mangifera casturi Koesterm.) was extracted using maceration with 96% ethanol solvent. The antioxidant activity test was carried out using the DPPH (1-1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) method using a UV-Vis spectrophotometer at a maximum wavelength of 516 nm and vitamin C as a comparison. Based on the results of phytochemical screening tests, there are differences in secondary metabolites in the ethanol extract of kasturi mango leaves in Gampong Drien Bungong, Pidie Jaya, namely alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids, and glycosides, and the results of antioxidant activity obtained an IC50 value of 9.06 ppm with the category very strong, equivalent to the antioxidant potential of vitamin C, having an IC50 value of 4.63 ppm in the robust category.

Antioksidan merupakan suatu senyawa kimia yang dalam jumlah tertentu mampu menghambat atau memperlambat kerusakan sel akibat radikal bebas. Antioksidan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Semakin banyak jumlah radikal bebas dalam tubuh akan semakin banyak sel yang rusak. Salah satu tanaman yang mengandung senyawa antioksidan yaitu mangga kasturi (Mangifera casturi Koesterm.). Mangga kasturi (Mangifera casturi Koesterm.) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti saponin, tanin, triterpenoid, flavonoid, dan fenolat yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mangga kasturi (Mangifera casturi Koesterm.) yang tumbuh di Gampong Drien Bungong, Pidie Jaya. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan sampel, pembuatan ekstrak etanol daun mangga kasturi, pemeriksaan karakterisasi, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan. Sampel yang digunakan adalah daun mangga kasturi. Ekstrak etanol daun mangga kasturi (Mangifera casturi Koesterm.) diekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1-1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 516 nm dan vitamin C sebagai pembanding. Berdasarkan hasil pengujian skrining fitokimia terdapat perbedaan metabolit sekunder pada ekstrak etanol daun mangga kasturi di Gampong Drien Bungong, Pidie Jaya yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan glikosida, dan hasil aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 sebesar 9,06 ppm dengan kategori sangat kuat, setara dengan potensi antioksidan vitamin C memiliki nilai IC50 sebesar 4,63 ppm  dengan kategori sangat kuat.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/374 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Fitri Mulyani, Yayuk Putri Rahayu, Anny Sartika Daulay, Haris Munandar Nasution; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; Suppl. 1, No. 1 (2023); 49-63; Journal of Pharmaceutical and Sciences; Suppl. 1, No. 1 (2023); 49-63; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i5-si
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:29
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:29
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/875

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang