UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Prevention Strategy and Increased Supervision by BPOM Regarding Cases of EG/DEG Contamination in Medicinal Syrup / Strategi Pencegahan dan Peningkatan Pengawasan BPOM Terkait Kasus Cemaran EG/DEG dalam Sirup Obat

Liviandari, Regina dan Husni, Patihul (2023) Prevention Strategy and Increased Supervision by BPOM Regarding Cases of EG/DEG Contamination in Medicinal Syrup / Strategi Pencegahan dan Peningkatan Pengawasan BPOM Terkait Kasus Cemaran EG/DEG dalam Sirup Obat. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1906-1911.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Contamination of ethylene glycol and diethylene glycol (EG/DEG) is suspected to be the cause of the undesirable incident of acute kidney failure in children, which occurred in Indonesia in 2022. As the institution tasked with monitoring the distribution of medicines in Indonesia, the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) has taken scientifically based strategic, responsive, and professional steps in handling and controlling these cases. The purpose of this article is to provide an overview of prevention strategies and increased supervision carried out by BPOM in handling cases of EG/DEG contamination in medicinal syrups. This article review was prepared through a literature study of 22 pieces of literature published between 2013-2023. The results of the literature review show that BPOM has taken responsive and professional steps in the form of strengthening the pharmacovigilance system, ensuring quality assurance in the pharmaceutical industry, monitoring the import of propylene glycol and polyethylene glycol, strengthening pre-market, post-market, and enforcement supervision, and providing information to the public as a prevention strategy and increased supervision in handling cases of EG/DEG contamination.

Cemaran etilen glikol dan dietilen glikol (EG/DEG) diduga sebagai penyebab munculnya kejadian tidak diinginkan gagal ginjal akut pada anak yang terjadi di Indonesia pada tahun 2022. Sebagai lembaga yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan langkah-langkah strategis, responsif, dan profesional berbasis ilmiah dalam menangani dan mengendalikan kasus tersebut. Tujuan artikel ini adalah untuk memberi gambaran mengenai strategi pencegahan dan peningkatan pengawasan yang dilakukan oleh BPOM dalam menangani kasus cemaran EG/DEG dalam sirup obat. Tinjauan artikel ini disusun melalui studi pustaka 22 literatur yang dipublikasikan antara tahun 2013-2023. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa BPOM telah melakukan langkah-langkah responsif dan profesional berupa melakukan penguatan sistem farmakovigilans, penguatan jaminan mutu di industri farmasi, pengawasan pemasukan propilen glikol dan polietilen glikol, penguatan pengawasan pre-market, post-market, dan penindakan, dan pemberian informasi kepada masyarakat sebagai strategi pencegahan dan peningkatan pengawasan dalam menangani kasus cemaran EG/DEG.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/341 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Regina Liviandari, Patihul Husni; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1906-1911; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1906-1911; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i4
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:29
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:29
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/863

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang