UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Antibacterial activity test of anti-acne gel formulations ethanol extracts of avocado skin (Persea americana Mill) against Staphylococcus aureus / Uji aktivitas antibakteri formulasi sediaan gel antijerawat ekstrak etanol kulit buah alpukat (Persea americana Mill) terhadap bakteri Staphylococcus aureus

Yuliandari, Novi dan Rahayu, Yayuk Putri dan Lubis, Minda Sari dan Yuniarti, Rafita (2023) Antibacterial activity test of anti-acne gel formulations ethanol extracts of avocado skin (Persea americana Mill) against Staphylococcus aureus / Uji aktivitas antibakteri formulasi sediaan gel antijerawat ekstrak etanol kulit buah alpukat (Persea americana Mill) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1960-1969.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

The avocado peel contains flavonoids, saponins, tannins, steroids, and glycosides and has antimicrobial properties. Staphylococcus aureus is a gram-positive bacteria and typical skin microorganism that causes acne. It produces lipase, which breaks down free fatty acids from skin lipids. The gel preparation was chosen. It is better used in treating acne because it does not contain oil or affect acne. This study aimed to determine whether the ethanol extract of avocado peel can be used as an anti-acne gel and to choose the inhibitory power of the gel preparation against Staphylococcus aureus. The ethanol extract of avocado peel was prepared using the percolation method; the extract was formulated into anti-acne gel with 10%, 20%, and 30%. Then, a physical evaluation of the preparation was carried out by assessing organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, adhesion, spreadability, irritation, skin moisture, and syneresis. Then, the activity of Staphylococcus aureus bacteria was tested on gel preparations. The result is that the ethanol extract of avocado peel can be formulated into gel preparation. It has a distinctive aroma, is homogeneous, has a pH range of 6,2-6,9, has a value of viscosity, spreadability, and good adhesion, does not irritate, can moisturize the skin, and does not cause syneresis. The gel preparation had antibacterial activity against Staphylococcus aureus, namely a concentration of 10% inhibition of 14.56 mm, 20% inhibition of 19.46 mm, and 30% inhibition of 21.2%, so the interpretation of the inhibition zone was included in the susceptible category.

Kulit buah alpukat (Persea americana Mill.) memiliki senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid, glikosida dan kandungan kimianya memiliki sifat sebagai antimikroba. Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif dan merupakan salah satu penyebab jerawat menghasilkan lipase yang memecah asam lemak bebas dari lipid kulit. Asam lemak dapat menimbulkan peradangan jaringan yang berperan dalam timbulnya jerawat. Sediaan gel dipilih karena lebih baik digunakan pada pengobatan jerawat karena tidak mengandung minyak sehingga tidak membuat kulit menjadi kering dan tidak memperburuk jerawat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit buah alpukat bisa dijadikan sediaan gel anti jerawat dan mengetahui daya hambat sediaan gel terhadap bakteri S. aureus. Ekstrak etanol kulit buah alpukat dibuat menggunakan metode perkolasi, kemudian ekstrak diformulasikan menjadi gel antijerawat dengan variasi konsentrasi F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%). Evaluasi fisik sediaan dengan melakukan uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, iritasi, kelembaban kulit, dan sineresis. Uji aktivitas antibakteri sediaan gel terhadap S. aureus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah alpukat dapat diformulasikan menjadi sediaan gel, memiliki aroma khas, homogen, rentang pH 6,2-6,9, nilai viskositas, nilai daya sebar, daya lekat yang baik, tidak mengiritasi, dapat melembabkan kulit, dan tidak terjadi sineresis. Sediaan gel memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus, yaitu konsentrasi 10% (14,56 mm), konsentrasi 20% (19,46 mm), dan konsentrasi 30% (21,2%) dengan interpretasi zona hambatnya masuk kedalam kategori susceptible.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/327 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Novi Yuliandari, Yayuk Putri Rahayu, Minda Sari Lubis, Rafita Yuniarti; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1960-1969; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1960-1969; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i4
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:29
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:29
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/855

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang