UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Determination of total flavonoid content of wood extract raru (Cotylelobium lanceolatum Craib ) based on differences in ethanol concentration with Uv-Vis spectrophotometry methods / Penetapan kadar flavonoid total ekstrak kayu raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) berdasarkan perbedaan konsentrasi etanol dengan metode spektrofotometri Uv-Vis

Natasya, Elma dan Daulay, Anny Sartika dan Ridwanto, Ridwanto dan Rahayu, Yayuk Putri (2023) Determination of total flavonoid content of wood extract raru (Cotylelobium lanceolatum Craib ) based on differences in ethanol concentration with Uv-Vis spectrophotometry methods / Penetapan kadar flavonoid total ekstrak kayu raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) berdasarkan perbedaan konsentrasi etanol dengan metode spektrofotometri Uv-Vis. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1804-1810.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

The utilization of traditional medicinal plants for healing is the oldest form of medicine in the world. One of the plants that have many benefits and contain secondary metabolite compounds is raru bark (Cotylelobium lanceolatum Craib), used as a traditional medicine for diseases such as malaria, diarrhea, and diabetes. This study aims to determine what groups of compounds are contained in raru bark extract and the value of total flavonoid levels contained in raru bark extract in differences in ethanol concentrations (96%, 70%, 50%). The stages of this research include processing plant materials, making ethanol extracts of raru bark extract, characterization examination, phytochemical screening, and determining the total flavonoid content of raru bark ethanol extract. The section of raru bark was made by maceration method using 96%, 70%, and 50% ethanol. Then, the extract obtained was concentrated with a rotary evaporator, and the determination of total flavonoid content was carried out based on differences in ethanol concentration using the UV-Vis spectrophotometric method. The results showed that the ethanol extract of raru bark contained alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroid compounds. Determination of total flavonoid content by determining the maximum wavelength of quinine and calculating entire flavonoid content by UV-Vis spectrophotometric method. The results of the decision of complete flavonoid content of raru bark ethanol extract at 96% concentration are 1.9915 ± 0.0139 mg QE/g, 70% is 1.12492 ± 0.01532 mg QE/g, and for 50% is 0.95197 ± 0.01516 mg QE/g. So, the best ethanol concentration to produce flavonoid levels is 96%, which is higher than other ethanol concentrations.

Pemanfaatan tumbuhan obat tradisional untuk penyembuhan, merupakan bentuk pengobatan tertua di dunia. Salah satu tanaman yang mempunyai banyak manfaat dan mengandung kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu kulit kayu raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) yang digunakan sebagai salah satu obat obat tradisional untuk penyakit seperti malaria, diare, serta diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa apa saja yang terkandung dalam ekstrak kulit kayu raru dan untuk mengetahui nilai kadar flavonoid total yang terdapat pada ekstrak kulit kayu raru dalam berbagai perbedaan konsentrasi etanol (96%, 70%, 50%). Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan bahan tumbuhan, pembuatan ekstrak etanol ekstrak kayu raru, pemeriksaan karakterisasi, skrining fitokimia dan penetapan kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit kayu raru. Ekstrak kulit kayu raru dibuat dengan metode maserasi dengan menggunakan etanol 96%, 70%, 50% kemudian ekstrak yang diperoleh dipekatkan dengan rotary evaporator, Selanjutnya dilakukan penetapan kadar flavonoid total berdasarkan perbedaan konsentrasi etanol dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit kayu raru mengandung senyawa alkaloid,flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Penentuan kadar flavonoid total dengan menentukan panjang gelombang maksimum kuarsetin dan perhitungan dari kadar flavonoid total dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari penentuan kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit kayu raru pada konsentrasi 96% yaitu 1,9915 ± 0,0139 mg QE/g, 70% yaitu 1,12492 ± 0,01532 mg QE/g, dan untuk 50% yaitu 0,95197 ± 0,01516 mg QE/g. Maka konsentrasi etanol yang paling baik menghasilkan kadar flavonoid adalah konsentrasi etanol 96% karena menghasilkan kadar yang lebih tinggi dari pada konsentrasi etanol lainnya.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/305 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Elma Natasya, Anny Sartika Daulay, Ridwanto, Yayuk Putri Rahayu; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1804-1810; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1804-1810; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i4
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:29
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:29
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/844

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang