UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

The effectiveness of healing burns using ciplukan leaf ethanol extract ointment (Physalis angulata L.) in rabbits / Efektivitas penyembuhan luka bakar menggunakan salep ekstrak etanol daun ciplukan (Physalis angulata L.) pada kelinci

Tambunan, Cindy Marlina dan Dalimunthe, Gabena Indrayani dan Lubis, Minda Sari dan Yuniarti, Rafita (2023) The effectiveness of healing burns using ciplukan leaf ethanol extract ointment (Physalis angulata L.) in rabbits / Efektivitas penyembuhan luka bakar menggunakan salep ekstrak etanol daun ciplukan (Physalis angulata L.) pada kelinci. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1701-1708.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Indonesian people have long used plants as medicine and for health maintenance, which is inherited from generation to generation. One plant that can be used in traditional medicine is the ciplukan plant (Physalis angulata L.), which is a small plant that can grow anywhere. It turns out not only has a unique taste but is also beneficial for health; ciplukan can be used to treat flu and sore throat, whooping cough, bronchitis, mumps, ulcers, and also Ayan or epilepsy. Empirically, the use of ciplukan plants functions as a cure for smallpox, which has been used by the community by bathing. Smallpox is shaped like a blistered burn and will be shaped like an ulcer. So, researchers are interested in developing in the form of ointment because it is more effective to use and can be taken anywhere. This research was conducted to determine that ethanol extract of ciplukan leaves can be formulated on the basis of absorbent ointment and to determine the healing effect of burns in rabbits from the preparation of ethanol extract ointment of ciplukan leaves (Physalis angulata L.). Ciplukan leaf extract is made from simplicial ciplukan leaves by maceration method and then tested for the effectiveness of healing burns on rabbits using ointment. The ointment is made in 4 formulations, namely F0, F1 (10%), F2 (15%), and F3 (20%) using white Vaseline as the ointment base. Evaluation of ointment preparations includes physical stability (shape, smell and colour, homogeneity, pH, dispersion, adhesion and viscosity. All formulas of ointment preparations are good in storage. In ointment preparations in the homogeneity test, all formulas are homogeneous. In pH inspection, dispersion, adhesion and viscosity all meet requirements according to predetermined or established standards. Ciplukan leaf extract can be formulated into an ointment dosage form. Ointment preparations with a high concentration are most effective in healing burns in rabbits.
 

Masyarakat Indonesia sudah sejak lama meggunakan tumbuhan sebagai pengobatan maupun untuk pemeliharaan kesehatan yang diwariskan secara turun-menurun. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional adalah tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) yaitu tumbuhan kecil yang dapat tumbuh dimana saja ini ternyata tidak hanya mempunyai rasa yang unik tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan, ciplukan dapat digunakan untuk mengobati flu dan sakit tenggorokan, batuk rejan, bronchitis, gondongan, bisul, borok, dan juga ayan atau epilepsi. Secara empiris, penggunaan tumbuhan ciplukan difungsikan sebagai penyembuhan cacar yang telah digunakan oleh masyarakat dengan cara dimandikan. Cacar berbentuk seperti luka bakar yang melepuh dan akan berbentuk seperti borok. Jadi peneliti tertarik mengembangkan dalam bentuk salep, karena lebih efektif untuk digunakan dan dapat dibawa kemana saja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bahwa ekstrak etanol daun ciplukan dapat diformulasikan dalam dasar salep serap dan untuk mengetahui efek penyembuhan luka bakar pada kelinci dari sediaan salep ekstrak etanol daun ciplukan (Physalis angulata L.). Ekstrak daun ciplukan dibuat dari simplisia daun ciplukan dengan metode maserasi lalu dilakukan uji efektivitas penyembuhan luka bakar pada kelinci menggunakan salep. Salep dibuat dalam 4 formulasi yaitu F0, F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (20%) menggunakan vaselin putih sebagai basis salep. Evaluasi sediaan salep meliputi stabilitas fisik (bentuk, bau dan warna, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas.  Semua formula sediaan salep baik dalam penyimpanan. Sediaan salep dalam uji homogenitas, semua formula homogen. Dalam pemeriksaan pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas semua memenuhi persyaratan sesuai standar yang telah ditentukan atau ditetapkan. Ekstrak daun ciplukan dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan salep. Sediaan salep dengan konsentrasi yang tinggi paling efektif dalam menyembuhkan luka bakar pada kelinci.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/300 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Cindy Marlina Tambunan, Gabena Indrayani Dalimunthe, Minda Sari Lubis, Rafita Yuniarti; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1701-1708; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1701-1708; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i4
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:29
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:29
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/840

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang