UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Testing the antibacterial activity of asam sunti ethanol extract against bacteria Streptococcus mutans / Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol asam sunti terhadap bakteri Streptococcus mutans

Utami, Novika dan Nasution, Haris Munandar dan Yuniari, Rafita dan Rahayu, Yayuk Putri (2023) Testing the antibacterial activity of asam sunti ethanol extract against bacteria Streptococcus mutans / Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol asam sunti terhadap bakteri Streptococcus mutans. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1738-1747.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Asam sunti is belimbing wuluh, which is processed into a special food additive from Aceh Province because it becomes dregs and interferes. Belimbing is processed into asam sunti for seasoning or additional dishes. Belimbing contains active compounds such as alkaloids, triterpenoids, saponins, tannins, and flavonoids. Because Belimbing has an antibacterial pharmacological effect, it has been shown to fight bacteria that cause dental caries. The main cause of dental caries is the activity of Streptococcus mutans bacteria. The researcher took the research problem regarding the test of the inhibitory power of asam sunti extract. They know the antibacterial activity of 96% ethanol extract. The method used in this study was an experimental method with independent variables, namely asam sunti simplicia and asam sunti concentration. The main variables were the secondary characteristics and the metabolite content of the asam sunti ethanol extract. The tests included inhibiting asam sunti's ethanol extract against bacteria. The results of plant identification showed that the antibacterial inhibition zone of the ethanol extract of asam sunti belimbing wuluh ethanol extract with a concentration of 20% (18.54) mm, 40% (20.79) mm, and concentration of 60% (21.48) mm including Thus is known that the concentration of ethanol extract of asam sunti Belimbing wuluh on 20%-60% is an effective concentration to inhibit Streptococcus mutans bacteria The concentration of the ethanol extract has very strong antibacterial powder, causing a large inhibition zone.

Asam sunti adalah belimbing yang diolah menjadi bahan tambahan masakan khas dari Propinsi Aceh karna menjadi limbah dan menganggu maka kemudian diolahlah belimbing menjadi asam sunti untuk bumbu atau tambahan pada masakan. Belimbing wuluh mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid. Karena belimbing wuluh memiliki memiliki efek farmakologis antibakteri maka dibuktikan pada bakteri penyebab karies gigi. Penyebab utama terjadinya karies gigi adalah aktivitas bakteri Streptococcus mutans. Peneliti mengambil masalah penelitian mengenai uji daya hambat ekstrak asam sunti, untuk mengetahui bagaimana aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% dari asam sunti belimbing wuluh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan variabel bebas yaitu simplisia asam sunti dan konsentrasi dari asam sunti. Varibel Terikat meliputi karakteristik golongan senyawa metabolit sekunder dan kandungan metabolit ekstrak etanol asam sunti. Adapun uji yang dilakukan meliputi aktivitas daya hambat ekstrak etanol asam sunti terhadap bakteri. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol asam sunti memiliki aktivitas anti bateri terhadap bakteri Streptococcus mutans.Terdapat perbedaan daya hambat aktivitas anti bakeri ekstrak etanol asam sunti pada berbagai konsentrasi tehadap bakteri Streptococcus mutans, Berdasarkan kriteria zona hambat, maka daya antibakteri konsentrasi 20% (18,54) mm termasuk aktivitas resistent, konsentrasi 40% (20,79) mm termasuk aktivitas intermediate, dan konsentrasi 60% (21,48) mm termasuk aktivitas intermediate. Dengan demikian, diketahui bahwa konsentrasi ekstrak etanol asam sunti pada konsentrasi 40%-60% intermediet sedangkan 20 resistain, tetapi karena konsentrasi 40% sudah cukup memiliki kemampuan untuk menghambat jadi cukup menggunakan konsentrasi 40% unuk menghambat bakteri Streptococcus mutans.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/286 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Novika Utami, Haris Munandar Nasution, Rafita Yuniari, Yayuk Putri Rahayu; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1738-1747; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1738-1747; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i4
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:29
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:29
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/827

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang