Margarisa, Dwiyarina dan Rezaldi, Firman dan Pruschia, Isti Dwi dan Andry, Muhammad dan Fadillah, M. Fariz dan Muhardiyanti, Mutia dan Jaya, Hendra dan Halimatusyadiah, Leni dan Nasution, Muhammad Amin (2023) Fermentation of telang flower kombucha (Clitoria ternatea L) as a simple biotechnology product in providing pharmacodynamic reactions of mice (Mus musculus L) exposed to cigarette smoke and ovary morphometry / Fermentasi kombucha bunga telang (Clitoria ternatea L) sebagai produk bioteknologi sederhana dalam memberikan reaksi farmakodinamik mencit (Mus musculus L) yang terpapar asap rokok dan morfometri ovarium. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1616-1625.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
One of the fertility indicators in women is the optimal functioning of the ovaries. Exposure to cigarette smoke affects the decline in ovarian function in quality and quantity. The main components contained in cigarette smoke include tar, nicotine, carbon monoxide, inorganic gases, heavy metals, nitrosamines, carbonyls, formaldehyde, and polynuclear aromatic hydrocarbons. The main components contained in cigarette smoke positively influence female reproductive hormone levels and even reduce fertility. One of the efforts to prevent free radicals from cigarette smoke and have the potential as a natural antioxidant is consuming butterfly pea flower kombucha. The butterfly pea flower kombucha from previous studies contains phytochemicals that can inhibit free radicals. This study aimed to study the effect of butterfly pea flower kombucha on the ovary morphometry of female mice exposed to cigarette smoke. The design of this study was Completely Randomized Design (CRD). The test animals used were female mice aged 10 to 12 weeks weighing 20 to 20 g in a total of 24 mice. The butterfly pea flower kombucha given was ten mL/L, 20 mL/L, 30 mL/L, and 40 mL/L. Cigarette smoke exposure to mice was carried out on days 1-20 as much as one stick and treated with butterfly pea flower kombucha on days 21-40. Mating of female mice was carried out on the 40th day. Observations of ovarian morphometry such as length, width, weight, and number of corpus luteum were carried out on the 18th day of gestation. ANOVA and DMRT with a confidence level of 1% is the data analysis performed. The conclusion of this study was that butterfly pea flower kombucha had a good effect on improving fertility levels, which could be observed with test parameters such as length, width, weight, and number of corpus luteum and administration of kombucha with a concentration of 40 mL/L was the best treatment.
Indikator kesuburan pada wanita salah satunya adalah kerja ovarium secara fungsional yang optimal. Menurunnya fungsi kerja ovarium secara kualitas dan kuantitas dipengaruhi oleh paparan asap rokok. Komponen utama yang terkandung pada asap rokok meliputi tar, nikotin, karbon monoksida, gas anorganik, logam berat, nitrosamine, karbonil, formaldehida, dan hidrokarbon aromatik polinuklir. Komponen-komponen utama yang terkandung pada asap rokok tersebut berkolerasi secara positif dalam mempengaruhi kadar hormon reproduksi wanita bahkan menurunkan fertilitas. Salah satu upaya dalam mencegah radikal bebas asap rokok dan berpotensi sebagai antioksidan secara natural adalah mengkonsumsi kombucha bunga telang. Kombucha bunga telang dari penelitian sebelumnya mengandung fitokimia yang mampu menghambat radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari mengenai pengaruh kombucha bunga telang terhadap morfometri ovarium mencit betina yang terpapar asap rokok. Desain penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hewan uji yang digunakan berupa mencit betina yang berumur 10 sampai 12 minggu yang berbobot 20 sampai 20 g sejumlah 24 ekor. Kombucha bunga telang yang diberikan adalah 10 mL/L , 20 mL/L , 30 mL/L , dan 40 mL/L. Pemaparan asap rokok terhadap mencit dilakukan pada hari 1-20 sebanyak 1 batang dan diobati dengan kombucha bunga telang pada hari ke 21-40 hari. Pengawinan mencit betina dilakukan pada hari ke 40. Pengamatan morfometri ovarium seperti panjang, lebar, bobot, dan jumlah korpus luteum dilakukan pada 18 hari usia kebuntingan. ANOVA dan DMRT dengan taraf kepercayaan 1% adalah analisis data yang dilakukan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kombucha bunga telang mempunyai efek yang baik dalam memperbaiki taraf fertilitas yang dapat diamati dengan parameter uji seperti panjang, lebar, bobot, dan jumlah korpus luteum serta pemberian kombucha dengan konsentrasi 40 mL/L merupakan perlakuan yang terbaik.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/254 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Firman Rezaldi, Dwiyarina Margarisa, Isti Dwi Pruschia, Muhammad Andry, M. Fariz Fadillah, Mutia Muhardiyanti, Hendra Jaya, Leni Halimatusyadiah, Muhammad Amin Nasution; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1616-1625; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1616-1625; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:29 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:29 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/808 |

