Jannah, Munaziatul dan Nasution, Haris Munandar dan Nasution, M. Pandapotan dan Rahayu, Yayuk Putri (2023) Phytochemical screening and antibacterial activity test of ethanol extract of Jawa wood leaf ((Lannea coromandelica) (Houtt) Merr against bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis / Skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kayu Jawa ((Lannea coromandelica) (Houtt) Merr terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1685-1692.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Jawa wood (Lannea coromandelica) (Houtt.) Merr. is a tropical plant that has potential as a medicinal plant. Almost all parts of this plant can be used in traditional medicine. This wild plant can be found easily in various locations such as home gardens, roadsides and community gardens. This study aims to evaluate the potential antibacterial activity of ethanol extract from the leaves of Kayu Jawa (Lannea coromandelica) (Houtt.) Merr. Against the growth of Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis bacteria. This research used experimental methods involving sample collection, macroscopic examination, microscopic examination, simplicia making, characteristic examination, Phytochemical Screening, and Antibacterial Activity Test using ethanol extract from Kayu Jawa ((Lannea coromandelica) (Houtt) Merr) against the bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis, using the agar diffusion method. Macroscopic examination results show that the leaves of Kayu Jawa have a tapered shape with a total of 7-11 strands. The flowers produced are single and yellowish-green in color, while the fruit has seeds of a certain length. Microscopic examination reveals the upper epidermis, palisade fragments, coral flowers, and wooden vessels with thickened spirals and stairs. The characteristics of simplicia show a water content of 4%, soluble essence content in water 21%, soluble essence content in ethanol 23%, total ash content of 4.8%, and insoluble ash content of 0.4% acid. The results of phytochemical screening on simplicia powder and ethanol extract of Kayu Jawa leaves showed contents such as alkaloids, tannins, flavonoids, steroids/triterpenoids, saponins and glycosides. The antibacterial activity test showed that Jawa wood showed potential as an antibacterial agent, with different inhibitory abilities depending on the concentration used. At a concentration of 20%, an inhibition zone of 6.85 mm was observed against Propionibacterium acnes and 5.75 mm against Staphylococcus epidermidis. Meanwhile, at a concentration of 80%, the area of inhibition increased to 14.15 mm against Propionibacterium acnes and 11.75 mm against Staphylococcus epidermidis.
Kayu Jawa (Lannea coromandelica) (Houtt.) Merr. merupakan tanaman tropis yang berpotensi sebagai tanaman obat. Hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Tumbuhan liar ini dapat ditemukan dengan mudah di berbagai lokasi seperti halaman rumah, tepi jalan, dan kebun masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi aktivitas antibakteri ekstrak etanol dari daun Kayu Jawa (Lannea coromandelia) (Houtt.) Merr. terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang melibatkan pengumpulan sampel, pemeriksaan makroskopis, pemeriksaan mikroskopis, pembuatan simplisia, pemeriksaan karakteristik, Skrining Fitokimia, dan Uji Aktivitas Antibakteri menggunakan ekstrak etanol dari daun Kayu Jawa ((Lannea coromandelia) (Houtt) Merr terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis, dengan metode difusi agar. Hasil pemeriksaan makroskopik menunjukkan daun Kayu Jawa memiliki bentuk meruncing dengan jumlah 7-11 helai. Bunga yang dihasilkan tunggal dan berwarna hijau kekuningan, sementara buahnya berbiji dengan panjang tertentu. Pemeriksaan mikroskopis mengungkap epidermis atas, fragmen palisade, dan bungakarang, serta pembuluh kayu dengan penebalan spiral dan tangga. Karakteristik simplisia menunjukkan kadar air sebesar 4%, kadar sari larut dalam air 21%, kadar sari larut dalam etanol 23%, kadar abu total 4,8%, dan kadar abu tidak larut asam 0,4%. Hasil skrining fitokimia pada serbuk simplisia dan ekstrak etanol daun Kayu Jawa menunjukkan kandungan seperti alkaloid, tanin, flavonoid, steroid/triterpenoid, saponin, dan glikosida. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa Kayu Jawa menunjukkan potensi sebagai agen antibakteri, dengan kemampuan hambat yang berbeda-beda tergantung pada konsentrasi yang digunakan. Pada konsentrasi 20%, teramati zona hambat sebesar 6,85 mm terhadap Propionibacterium acnes dan 5,75 mm terhadap Staphylococcus epidermidis. Sementara itu, pada konsentrasi 80%, zona hambat meningkat menjadi 14,15 mm terhadap Propionibacterium acnes dan 11,75 mm terhadap Staphylococcus epidermidis.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/241 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Munaziatul Jannah, Haris Munandar Nasution , M. Pandapotan Nasution, Yayuk Putri Rahayu; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1685-1692; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1685-1692; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:29 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:29 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/803 |

