Sirait, Madani dan Dalimunthe, Gabena Indrayani dan Lubis, Minda Sari dan Mambang, D. Elysa Putri (2023) Extract Cream Preparations Lime (Citrus aurantifolia S.) on incredible wounds in male mice (Mus musculus) / Sediaan krim ekstrak jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.) Sebagai Obat luka sayat pada mencit jantan (Mus musculus). Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1515-1522.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Indonesia is a country that is rich in plant diversity. One of them is lime, which is used as a traditional wound medicine. Lime contains essential oil compounds, flavonoids, saponins, tannins, alkaloids, citric acid, amino acids, vitamin B1, and vitamin C. Based on previous research, flavonoids, tannins, and saponins can heal wounds. Making simplicia using an oven at 50oC and characterizing simplicia Extraction using the maceration method with 96% ethanol is then concentrated using a rotary evaporator. Orientation on the preparation of the cream was carried out until a good cream texture was found, and a cream preparation test was carried out to comply with the requirements in the literature. The test animals used were 24 male mice, which were divided into six treatment groups. The first group was treated with betadine, the second group was treated with cream without extract, the third group was treated with 2 grams of extract cream, the fourth group was treated with 3 grams of extract cream, the fifth group was treated with 4 grams of extract cream, and the sixth group was untreated. Each group was given a 10-mm wound. Based on the treatment carried out for 14 days, the best formulation was a 4-gram lime extract cream, and the wound healed on day 9, which was the same as the comparison used, namely betadine.
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keaneka ragaman tumbuhan. Salah satunya jeruk nipis yang digunakan sebagai obat luka tradisional. Jeruk nipis mengandung senyawa minyak atsiri, flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, asam sitrat, asam amino, vitamin B1, dan vitamin C. Berdasarkan penelitian terdahulu senyawa flavonoid, tanin, dan saponin dapat menyembuhkan luka. Pembuatan simplisia dengan menggunakan oven suhu 50oC dan dilakukan karakterisasi simplisia. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% lalu dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Dilakukan orientasi pembuatan krim sampai ditemukan tekstruk krim yang baik dan dilakukan uji sediaan krim agar sesuai persyaratan pada literatur. Hewan uji yang digunakan adalah 24 ekor mencit jantan yang dibagi kedalam 6 kelompok perlakuan. Kelompok pertama diobati dengan betadin, kelompok kedua diobati dengan krim tanpa ekstrak, kelompok ketiga diobati dengan krim ekstrak 2 gram, kelompok keempat diobati dengan krim ekstrak 3 gram, kelompok kelima diobati dengan krim ekstrak 4 gram, dan kelompok ke enam tanpa diobati. Setiap kelompok diberi luka 10 mm.Berdasarkan pengobatan yang dilakukan selama 14 hari, Formulasi terbaik adalah krim 4 gram ekstrak jeruk nipis dimana luka sembuh pada hari ke 9 sama dengan pembanding yang digunakan yaitu betadin.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/235 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Madani Sirait, Gabena Indrayani Dalimunthe, Minda Sari Lubis, D. Elysa Putri Mambang; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1515-1522; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1515-1522; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:29 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:29 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/800 |

