UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Evaluation Quality test of papaya seed extract (Carica papaya L.) which is extraction in maseration with ethanol solvent 70% / Evaluasi Pengujian mutu biji pepaya (Carica papaya L.) yang di ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70%

Surbakti, Christica Ilsanna dan Tarigan, Modesta dan Ginting, Grace Anastasia (2023) Evaluation Quality test of papaya seed extract (Carica papaya L.) which is extraction in maseration with ethanol solvent 70% / Evaluasi Pengujian mutu biji pepaya (Carica papaya L.) yang di ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70%. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1303-1312.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Background : In papaya seed (Carica papaya L.) the bitter taste is caused by carpain alkaloid content. Carpain is an alkaloids free class of alkaloids. This carpain alkaloid can lower blood pressure, kill amoeba, bladder stones, urinary tract, and worms. But often found traditional medicine that does not produce the expected effect, generally due to not meet the quality standard or it could be due to misinformation and mistaken assumption against traditional medicine. In terms of side effects it is recognized that traditional medicine has relatively small side effects compared to modern medicine. Therefore, researchers are interested to make a quality and efficacious extract, thus the herbal products can be maintained quality, quality and efficacy that can cure various diseases. Objectives : To find out the percentage of yield of extract after maceration of papaya seed extraction, secondary metabolite identification and characterization of papaya seed by using 70% ethanol solvent. Method : The samples used in this research are Bangkok papaya fruit seeds from Jl. Student, Ex. Marindal, Kec. Patumbak, Kab. Deli Serdang, North Sumatra. Sampling is done purposively without comparing with the same sample from other regions. This research uses experimental laboratory experimental design consist of several stages including: sample collection, making simplicia, making of extract, identification of secondary metabolite compound, and quality test of papaya seed extract (Carica papaya L.) by maceration method. Results : In result of rendement have obtained extract of ethanol thick with percentage of rendement extract equal to 15,672% from 500 gram simplicia papaya seeds. In phytochemical screening test, the compounds contained in the extract of ethanol papaya seeds seeds are alkaloids, flavonoids, saponins, steroids / triterpenoids, and tannins and on the characterization test of papaya seed extract obtained water content of 1.15%, water soluble juice content of 46.35 %, ethanol soluble content of 18.61%, total ash content of 7.25% and 0.92% acid soluble ash content that meets the extract requirements set by MMI. Conclusion : It is known that the yield after the paperasi seed extraction is done, the secondary metabolite results show negative results only on the cyanogenic glycoside test, and the characterization test has met the requirements set by MMI.

Latar Belakang : Biji pepaya memiliki kandungan vitamin C, Vitamin E dan nutrisi penting lainnya yang dipercaya dapat melindungi kesehatan mata dan mecegah berbagai penyakit .Pada biji pepaya (Carica papaya L.) adanya rasa pahit disebabkan oleh kandungan alkaloid carpain. Carpain merupakan suatu alkaloid golongan alkaloid bebas. Alkaloid carpain ini dapat menurunkan tekanan darah, membunuh amuba, kencing batu, penyakit saluran kencing, dan cacing. Namun sering dijumpai obat tradisional yang tidak menghasilkan efek yang diharapkan, umumnya dikarenakan tidak memenuhi standar mutu atau bisa juga dikarenakan kesalahan informasi maupun anggapan keliru terhadap obat tradisional. Dari segi efek samping memang diakui bahwa obat tradisional memiliki efek samping yang relatif kecil dibanding obat modern. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membuat ekstrak yang bermutu dan berkhasiat, dengan demikian produk-produk herbal tersebut dapat terjaga kualitas, mutu dan khasiatnya yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Tujuan :Untuk mengetahui jumlah persen rendemen perolehan ekstrak setelah dilakukan ekstraksi biji pepaya secara maserasi, hasil identifikasi metabolit sekunder dan karakterisasi dari biji papaya dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Metode: Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji buah pepaya Bangkok yang berasal dari Jl. Pelajar, Kel. Marindal, Kec. Patumbak, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara. Pengambilan sampel dilakukan secara purposiftanpa membandingkan dengan sampel yang sama dari daerah lain.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental laboratorium terdiridaribeberapatahapanmeliputi:pengumpulan sampel, pembuatansimplisia, pembuatan ekstrak,identifikasisenyawametabolitsekunder, dan uji mutu ekstrak biji pepaya (Carica papaya L.) dengan metode maserasi. Hasil :Pada hasil rendemen telah didapat ekstrak etanol kental dengan persentase rendemen ekstrak sebesar 15,672% dari 500 gram simplisia biji pepaya.Pada pengujian skrining fitokimia didapatkan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol biji buah pepaya yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, steroid/triterpenoid, dan tanin dan pada pengujian karakterisasi ekstrak biji buah pepaya didapatkan kadar air 1,15%, kadar sari larut air 46,35%, kadar sari larut etanol 18,61%, kadar abu total 7,25% dan kadar abu tidak larut asam 0,92% yang memenuhi persyaratan ekstrak yang telah ditetapkan oleh MMI. Kesimpulan :Telah diketahui hasil rendemen setelah dilakukan ekstraksi biji pepaya secara maserasi, hasil metabolit sekunder menunjukkan hasil negatif hanya pada uji glikosida sianogenik, dan pada uji karakterisasi telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh MMI.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/215 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Christica Ilsanna Surbakti, Modesta Tarigan, Grace Anastasia Ginting; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 3(2023); 1303-1312; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 3 (2023); 1303-1312; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:29
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:29
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/782

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang