Papeo, Dizky Ramadani Putri dan Suleman, Ahmad Rifly dan Toana, Kadaria dan Suryaningrum, Chinta dan Nusi, Intan dan Dami, Erika dan Marfiah, Fhigra (2023) Therapy patterns of glaucoma treatment at Hasri Ainun Habibie hospital, Gorontalo district / Pola terapi pengobatan glaukoma di RSUD Hasri Ainun Habibie Kabupaten Gorontalo. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1508-1514.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: Glaucoma is an eye condition that damages the optic nerve, causing loss of vision and even blindness. Damage to the optic nerve is often associated with high intraocular pressure (IOP), but in some cases, glaucoma can occur with normal IOP levels. There are several types of glaucoma, one of which is primary angle closure glaucoma. Angle-closure glaucoma can cause sudden and severe symptoms such as eye pain, headache, nausea, and blurred vision. Objective: This study aims to determine the pattern of glaucoma treatment therapy in one of the hospitals in Gorontalo District. Methods: Using patient medical record data, the SOAP method, and several literature studies. Results: Obtained some medical record data. From medical records, it found that the most widely used drugs to reduce intraocular pressure were tim ophthal eye drops 0.25% and glauceta 250 mg oral drug. Timolol maleate is the most commonly used beta adreno-receptor blocker, especially in the treatment of glaucoma. Glauceta 250 is a drug that contains Acetazolamide indicated to reduce the fluid that accumulates in the eyeball and reduce eyeball tension. Conclusion: From the results of the study, it can conclude that the treatment pattern of most glaucoma patients used the 0.25% tim ophthal drug with the results of 5 times the ophthal 0.25% team administration and the administration of 3 eye drops, namely HPMC + dextran 70 + glycerin, Potassium iodide + sodium iodide dan HPMC + dextran.
Pendahuluan: Glaukoma adalah kondisi mata yang mengakibatkan kerusakan saraf optik, menyebabkan kehilangan penglihatan dan bahkan kebutaan. Kerusakan pada saraf optik sering dikaitkan dengan tekanan intraokular (TIO) yang tinggi, tetapi dalam beberapa kasus, glaukoma dapat terjadi dengan tingkat TIO yang normal. Ada beberapa jenis glaukoma, salah satunya adalah glaukoma sudut tertutup primer. Glaukoma sudut tertutup dapat menyebabkan gejala yang tiba-tiba dan parah seperti sakit mata, sakit kepala, mual, dan penglihatan kabur.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola terapi pengobatan glaukoma di salah satu rumah sakit di Kabupaten Gorontalo. Metode: Menggunakan data rekam medis pasien dengan menggunakan metode SOAP dan beberapa studi literatur. Hasil: Didapatkan beberapa data rekam medis. Dari rekam medik didapatkan obat yang paling banyak digunakan untuk menurunkan tekanan intraokular adalah tetes mata team ophthal 0,25% dan obat oral glauceta 250 mg, timolol maleat merupakan beta adreno-receptor blocker yang paling sering digunakan terutama pada pengobatan glaukoma. dan glauceta 250 sendiri merupakan obat yang mengandung Acetazolamide yang diindikasikan untuk mengurangi cairan yang menumpuk di bola mata dan mengurangi ketegangan bola mata. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola pengobatan pasien glaukoma sebagian besar menggunakan obat tim ophthal 0,25% dengan hasil 5 kali pemberian tim ophthal 0,25% dan pemberian 3 tetes mata yaitu HPMC + dekstran 70 + gliserin, Kalium iodida + natrium iodida dan HPMC + dekstran.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/191 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Dizky Ramadani Putri Papeo, Ahmad Rifly Suleman , Kadaria Toana, Chinta Suryaningrum, Intan Nusi, Erika Dami, Fhigra Marfiah; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1508-1514; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 4 (2023); 1508-1514; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i4 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:29 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:29 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/760 |

