elvira julia, Elvira Julia dan Kusumawardhani, Arline Rahmadianti dan Anggraini, Anggraini dan Megrian, Nolla Olipia Elva dan Utami, Marsah Rahmawati dan Nurfadhila, Lina (2023) Analysis of Vancomycin Drug Compounds in Blood Plasma by Various Methods / Analisis Senyawa Obat Vankomisin dalam Plasma Darah dengan Berbagai Metode. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 428-436.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Vancomycin is one of antibiotic that used to treat infections caused by methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). The recommended concentration for vancomycin is 15-20 mg/L every 8-12 hours in the blood. Vancomycin has a narrow therapeutic index so that small changes in dose can lead to significant changes in drug response. Therefore, monitoring of drug therapy is recommended to optimize vancomycin concentrations. Vancomycin levels in blood plasma have been measured using a variety of analytical techniques, the two that are most frequently employed are high performance liquid chromatography (HPLC) and immunoassay methods. This review intends to give information on the two analytical methods and what is appropriate to learn about the comparison of the two analytical methods on vancomycin levels in blood plasma. The results of the review that has been carried out are that the main difference between the HPLC method and the immunoassay is in the basic principles of the analytical technique. The immunoassay method (FPIA and RIA methods) is more appropriate to use than the HPLC method because it conforms the results of the analysis, especially in the range of concentrations and sensitivities obtained.
Vankomisin merupakan salah satu antibiotik yang digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh methicillin resistance Staphylococcus aureus (MRSA). Konsentrasi yang direkomendasikan untuk vankomisin adalah 15-20 mg/L tiap 8-12 jam dalam darah. Vankomisin memiliki indeks terapi sempit sehingga adanya perubahan kecil dalam dosis dapat menyebabkan perubahan signifikan dalam respon obat. Oleh karena itu, pemantauan terapi obat dianjurkan untuk mengoptimalkan konsentrasi vankomisin. Kadar vankomisin dalam plasma darah telah diukur menggunakan berbagai metode analisis, dua metode analisis yang paling sering digunakan yaitu dengan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dan metode immunoassay. Review ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait kedua metode analisis tersebut dan yang tepat untuk mengetahui perbandingan dari kedua metode analisis terhadap kadar vankomisin dalam plasma darah. Hasil dari review yang telah dilakukan yaitu perbedaan utama antara metode KCKT dan immunoassay adalah pada prinsip dasar teknik analisisnya. Metode immunoassay (metode FPIA dan RIA) lebih tepat digunakan dibandingkan dengan metode KCKT karena memiliki keselarasan hasil analisis terutama pada rentang konsentrasi dan sensitivitas yang diperoleh.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/138 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2023 Elvira Julia elvira julia, Arline Rahmadianti, Shafira Intan Anggraini, Nolla Olipia Elva Megrian, Marsah Rahmawati Utami, Lina Nurfadhila; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 2 (2023); 428-436; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 6 Nomor 2 (2023); 428-436; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v6i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:29 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:29 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/718 |

