Ramadanty, Alvi Sahara (2024) Kedudukan Notaris dalam Pembuatan Pencabutan Testament (Surat Wasiat) : Studi Kasus di Kantor Notaris dan PPAT Ina Indriati Siregar, S.H. Skripsi / Tugas akhir tesis, Universitas Tjut Nyak Dhien.
COVER.pdf
Unduh (1MB) | Pratinjau
BAB I.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (162kB) | Minta salinannya
BAB II.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (134kB) | Minta salinannya
BAB III.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (138kB) | Minta salinannya
BAB IV.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (192kB) | Minta salinannya
BAB V.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (10kB) | Minta salinannya
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Unduh (75kB) | Pratinjau
LAMPIRAN.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (684kB) | Minta salinannya
Abstrak
Wasiat menjadi batal apabila calon penerima wasiat berdasarkan putusan Hakim
yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dihukum karena Berdasarkan Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata tidak mengenai wasiat yang dilakukan secara lisan,
hanya terdapat wasiat yang dibuat secara tertulis yaitu Surat Wasiat (Testament). Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu Kedudukan Notaris Dalam Pembuatan Pencabutan Tetstament (Surat Wasiat) Pada kantor Notaris dan PPAT Ina Indriati Siregar. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis, Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normative, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara deskriptif kualitatif, yaitu analisa data dengan cara menganalisis, menafsirkan, menarik kesimpulan dengan menggunakan kata-kata sehingga diperoleh hasil yang sesuai dengan permasalahan yang dibahas.
Hasil penelitian ini adalah Tugas dan wewenang Notaris apabila terjadi pelaksanaan testament dan pencabutan testament adalah Notaris dapat terlebih dahulu menerangkan apa itu testament (wasiat) dan bagaimana cara pemberian testament (wasiat), agar si penghadap benar-benar mengerti dan memahami apa yang akan dikehendaki si penghadap Kedudukan Notaris dalam pembuatan testament atau surat wasiat sebagai Notaris berperan sebagai pihak independen dan tidak memihak serta wajib memperhatikan kepentingan semua pihak yang terlibat. Si pembuat wasiat dapat mencabut kehendak terakhirnya seluruhnya atau sebagian saja. Pencabutan suatu surat wasiat merupakan suatu tindakan dari pewaris yang meniadakan wasiat sebagai pernyataan yang paling akhir.
| Jenis koleksi: | Skripsi / Tesis / Disertasi (Skripsi / Tugas akhir) |
|---|---|
| Kata Kunci Tidak Terkendali: | Notaris, Pecabutan Testament, Pewaris dan Peran |
| Subjek: | K Hukum > K1 Hukum Umum |
| Divisi: | Fakultas Bisnis dan Humaniora > Hukum |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email yola@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 17 Juli 2026 04:38 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 17 Juli 2026 04:38 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/488 |

