Pahmi, Latipah (2023) Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Aromaterapi Pada Nyeri Menstruasi Mahasiswa Farmasi. Skripsi / Tugas akhir tesis, Universitas Tjut Nyak Dhien.
COVER.pdf
Unduh (518kB) | Pratinjau
BAB I.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (133kB) | Minta salinannya
BAB II.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (732kB) | Minta salinannya
BAB III.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (264kB) | Minta salinannya
BAB IV.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (517kB) | Minta salinannya
BAB V.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (9kB) | Minta salinannya
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Unduh (235kB) | Pratinjau
LAMPIRAN.pdf
Terbatas pada Hanya staf repositori
Unduh (1MB) | Minta salinannya
Abstrak
Nyeri menstruasi merupakan permasalahan yang sering terjadi pada wanita
menjelang menstruasi. Penanggulangan nyeri menstruasi ada dua cara yaitu secara non farmakologi dan farmakologi. Terapi non farmakologi salah satunya dengan menggunaaan aromaterapi, yang diyakini memiliki efek menurunkan derajat nyeri pada saat menstruasi. Dan terapi farmakologi yang kebanyakan digunakan bagi penderita dismenore saat menstruasi yaitu dengan penggunaan obat analgetik (penghilang nyeri). Penelitian ini untuk mengetahui aromaterapi yang lebih efektif dan penggunaan obat nyeri dalam menurunkan nyeri menstruasi menggunakan analisis cost effectiveness.
Penelitian ini merupakan penelitian Pre eksperimental dengan rancangan
one group pre-post test design menggunakan aromaterapi dan obat nyeri. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswi farmasi berjenis kelamin perempuan sesuai kriteria inklusi. Responden memilih salah satu dari ketiga aromaterapi yang disukai dan pengunaan obat nyeri, kemudian dibagikan lembar observasi yang berisi skala nyeri menstruasi. Responden mengisi skala nyeri yang dirasa pada saat sebelum dan sesudah penggunaan aromaterapi dan penggunaan obat tersebut kemudian data dianalisis dan dihitung nilai ACER nya.
Pada penggunaan aromaterapi lavender terjadi penurunan derajat nyeri
sebesar 8,9% dari yang awalnya sebesar 67,6% (23 orang) mengalami nyeri berat menjadi 76,5% (26 orang) mengalami nyeri sedang. Penggunaan aromaterapi rose terjadi penurunan derajat nyeri sebesar 8,8% dari yang awalnya sebesar 58,8% (20 orang) mengalami nyeri berat menjadi 67,6% (23 orang) mengalami nyeri sedang. Sedangkan pada penggunaan aromaterapi rosemary terjadi penurunan derajat nyeri sebesar 2,9% dari yang awalnya sebesar 35,3% (12 orang) mengalami nyeri sedang menjadi 32,4% (11 orang) mengalami nyeri ringan. Pada penggunaan obat nyeri (feminax) terjadi penurunan derajat nyeri sebesar Hasil 11,8% dari yang awalnya 17,6% (6 orang) yang mengalami nyeri berat dan 82,4% (11 orang) mengalami nyeri sedang turun menjadi 94,2% (32 orang) mengalami nyeri sedang. Perhitungan ACER dari ketiga aromaterapi diperoleh hasil bahwa aromaterapi lavender mempunyai cost effectiveness paling tinggi dibandingkan aromaterapi rose dan rosemary dengan nilai ACER sebesar Rp 562,77. Dan hasil perhitungan ACER dari feminax® diperoleh sebesar Rp 58,78.
| Jenis koleksi: | Skripsi / Tesis / Disertasi (Skripsi / Tugas akhir) |
|---|---|
| Kata Kunci Tidak Terkendali: | Aromaterapi, Cost Effectiveness Analysis, Menstruasi, Nyeri |
| Subjek: | R Kedokteran > RS Farmasi dan Materia Medika |
| Divisi: | Fakultas Farmasi dan Kesehatan > Farmasi |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email yola@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 26 Mei 2025 04:47 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 26 Mei 2025 04:47 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/336 |

