Maulidya, Tahnia dan Rahayu, Yayuk Putri dan Lubis, Minda Sari dan Nasution, Haris Munandar (2026) Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration of Ethanol Extract and Nano Extract of Durian Peel (Durio zibethinus murr) against Staphylococcus epidermidis / Konsentrasi Hambat Minimum Dan Konsentrasi Bunuh Minimum Ekstrak Etanol Dan Nano Ekstrak Kulit Durian (Durio zibethinus murr) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 3095-3104.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Introduction: Durian peel is a source of phytochemicals with antibacterial potential, and particle-size reduction may modify dispersion and measured in vitro activity. This study evaluated the operational minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum bactericidal concentration (MBC) of ethanol extract and a size-reduced ("nano extract") preparation of durian peel against Staphylococcus epidermidis. Methods: The ethanol extract was prepared by maceration with 96% ethanol; 30 g of the same extract was homogenized at 1,700 rpm for 1 h and ultrasonicated for 1 h. Particle size, phytochemical screening, broth absorbance at 600 nm, qualitative subculture, and disk diffusion were evaluated in triplicate (n=3). Inhibition-zone data were analyzed using one-way ANOVA. Results: The mean particle size was 645.72 nm. Operational MIC values were 6.25% for the ethanol extract and 0.625% for the nano extract, while no growth after subculture was observed at 50% and 5%, respectively. Mean inhibition zones ranged from 6.6-14.5 mm and 8.3-18.3 mm, with significant concentration-related differences within each series (p<0.001). Discussion and conclusion: The size-reduced preparation reached inhibitory endpoints at lower nominal concentrations within its test series. However, final concentrations were not analytically verified, and optical interference and qualitative bactericidal endpoints limit direct inference of intrinsic potency. These findings support in vitro antibacterial activity but do not establish a quantified increase in potency or a reduction in therapeutic dose
Pendahuluan: Kulit durian merupakan sumber komponen fitokimia yang berpotensi sebagai antibakteri, sedangkan pengecilan ukuran partikel dapat memengaruhi dispersi dan respons in vitro yang terukur. Penelitian ini mengevaluasi konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) operasional ekstrak etanol dan preparat hasil pengecilan ukuran ("nano ekstrak") kulit durian terhadap Staphylococcus epidermidis. Metode: Ekstrak etanol diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96%; sebanyak 30 g ekstrak dari bets yang sama dihomogenisasi pada 1.700 rpm selama 1 jam dan dilanjutkan dengan ultrasonikasi selama 1 jam. Ukuran partikel, skrining fitokimia, absorbansi medium cair pada 600 nm, subkultur kualitatif, dan difusi cakram dievaluasi dalam tiga ulangan (n=3). Data zona hambat dianalisis menggunakan ANOVA satu arah. Hasil: Rerata ukuran partikel sebesar 645,72 nm. KHM operasional ekstrak etanol dan nano ekstrak masing-masing sebesar 6,25% dan 0,625%, sedangkan tidak adanya pertumbuhan setelah subkultur teramati pada 50% dan 5%. Rerata diameter zona hambat masing-masing berkisar 6,6-14,5 mm dan 8,3-18,3 mm, dengan perbedaan antarkonsentrasi yang bermakna dalam setiap seri (p<0,001). Pembahasan dan kesimpulan: Preparat hasil pengecilan ukuran mencapai titik akhir penghambatan pada konsentrasi nominal yang lebih rendah dalam seri pengujiannya. Namun, konsentrasi akhir tidak diverifikasi secara analitik, sedangkan interferensi optik dan titik akhir bakterisidal yang bersifat kualitatif membatasi penilaian potensi intrinsik. Temuan ini mendukung aktivitas antibakteri in vitro, tetapi belum membuktikan peningkatan potensi secara kuantitatif maupun penurunan dosis terapeutik.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1925 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Tahnia Maulidya , Yayuk Putri Rahayu, Minda Sari Lubis , Haris Munandar Nasution ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 3095-3104; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 3095-3104; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:17 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:17 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1542 |

