Laia, Kristian dan Purba, Agnes dan M Siregar, Laura dan Manurung, Kesaktian dan Sinaga, Tarulia Rohana (2026) Determinants of Stunting in Children Aged 24–59 Months at the Uluidanotae Community Health Center, South Nias Regency, 2025 / Determinan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24–59 Bulan di UPTD Puskesmas Uluidanotae Kabupaten Nias Selatan Tahun 2025. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2911-2922.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Stunting is a condition of growth failure in children due to chronic malnutrition, characterized by a height-for-age z-score (HAZ) of < –2 SD. This study aims to analyze the determinants of stunting in children aged 24–59 months at the UPTD Puskesmas Uluidanotae, South Nias Regency, which is the area with the highest number of stunting cases in the regency. The research method is quantitative with an analytical observational design using a cross-sectional approach. The study population consisted of 162 mothers with children aged 24–59 months, with a sample size of 115 respondents selected using a purposive sampling technique. Primary data were collected through questionnaires and observations, then analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square), and multivariate (multiple logistic regression) analyses. The results showed that the prevalence of stunting in the study location reached 24.3%. Based on bivariate analysis, a statistically significant relationship was found between maternal education level (p=0.029), breastfeeding practices (p=0.000), and immunization status (p=0.025) with the occurrence of stunting. However, family income did not show a significant relationship (p=0.624). The multiple logistic regression test concluded that breastfeeding is the most dominant factor and serves as a protective factor against stunting (p=0.000; Exp(B)=0.142), followed by immunization status (p=0.027; Exp(B)=0.325). The maternal education variable became insignificant in the multivariate model after controlling for other health behavior variables. The conclusion of this study is that exclusive breastfeeding practices and complete basic immunization are the primary determinants of a child's linear growth status in the UPTD Puskesmas Uluidanotae working area. It is recommended that health workers strengthen lactation counseling starting from pregnancy and increase the coverage of complete basic immunization services as priority strategies to reduce stunting rates.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) <–2 SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di UPTD Puskesmas Uluidanotae, Kabupaten Nias Selatan, yang merupakan wilayah dengan kasus stunting tertinggi di kabupaten tersebut. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 162 ibu yang memiliki anak balita usia 24–59 bulan, dengan jumlah sampel sebanyak 115 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting di lokasi penelitian mencapai 24,3%. Berdasarkan analisis bivariat, ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pendidikan ibu (p=0,029), pemberian ASI (p=0,000), dan status imunisasi (p=0,025) dengan kejadian stunting. Namun, pendapatan keluarga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p=0,624). Hasil uji regresi logistik berganda menyimpulkan bahwa pemberian ASI merupakan faktor paling dominan yang bersifat protektif terhadap stunting (p=0,000; Exp(B)=0,142), diikuti oleh status imunisasi (p=0,027; Exp(B)=0,325). Variabel pendidikan ibu menjadi tidak signifikan dalam model multivariat setelah dikontrol oleh variabel perilaku kesehatan lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah praktik pemberian ASI eksklusif dan kelengkapan imunisasi dasar merupakan penentu utama status pertumbuhan linear anak di wilayah kerja UPTD Puskesmas Uluidanotae. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk memperkuat konseling laktasi sejak masa kehamilan serta meningkatkan jangkauan layanan imunisasi dasar lengkap sebagai strategi prioritas penurunan angka stunting.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1814 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Kristian Laia, Agnes Purba, Laura M Siregar, Kesaktian Manurung, Tarulia Rohana Sinaga; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2911-2922; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2911-2922; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1521 |

