Sitanggang, Adriyani E. G. dan Hardia, Lukman dan Irwandi, Irwandi (2026) Association Between Risk Factors and Medication Use Among Patients with Polycystic Ovary Syndrome at Kencana Clinic, Sorong City / Hubungan Faktor Risiko dengan Penggunaan Obat pada Pasien Sindrom Ovarium Polikistik di Klinik Kencana, Kota Sorong. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2801-2807.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Polycystic ovary syndrome (PCOS) requires individualized pharmacotherapy because reproductive and metabolic manifestations vary among patients. This study evaluated the associations of age, documented menstrual complaints, and pregnancy-related presentations with medication-count category among patients with PCOS at Kencana Clinic, Sorong City. A retrospective cross-sectional analysis was conducted on 118 eligible records selected by computer-generated simple random sampling from 412 records dated January 2022-December 2023. Associations were analyzed using the chi-square test and expressed as odds ratios (ORs) with 95% confidence intervals (CIs). Patients aged >25 years were more likely to receive >2 medications than those aged ≤25 years (40/73 vs 16/45; OR = 2.197; 95% CI = 1.022-4.721; p = 0.042). Menstrual complaints and pregnancy-related presentations were not significantly associated with medication-count category (p = 0.297 for each comparison). Older age was associated with greater medication-count complexity, but did not establish causality. Treatment planning should integrate age with metabolic status, comorbidities, and reproductive goals.
Sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome/PCOS) memerlukan farmakoterapi individual karena manifestasi reproduktif dan metaboliknya bervariasi antarpasien. Penelitian ini mengevaluasi hubungan usia, keluhan menstruasi yang terdokumentasi, dan presentasi terkait kehamilan dengan kategori jumlah obat pada pasien PCOS di Klinik Kencana, Kota Sorong. Analisis potong lintang retrospektif dilakukan terhadap 118 rekam medis yang dipilih melalui simple random sampling berbasis bilangan acak komputer dari 412 rekam medis periode Januari 2022-Desember 2023. Hubungan dianalisis menggunakan uji chi-square dan dinyatakan sebagai odds ratio (OR) dengan interval kepercayaan (CI) 95%. Pasien berusia >25 tahun lebih berpeluang menerima >2 obat dibandingkan pasien berusia ≤25 tahun (40/73 dibandingkan 16/45; OR = 2,197; 95% CI = 1,022-4,721; p = 0,042). Keluhan menstruasi dan presentasi terkait kehamilan tidak berhubungan signifikan dengan kategori jumlah obat (masing-masing p = 0,297). Usia yang lebih tua berhubungan dengan kompleksitas jumlah obat yang lebih tinggi, tetapi tidak membuktikan kausalitas. Perencanaan terapi perlu mengintegrasikan usia, status metabolik, komorbiditas, dan tujuan reproduksi.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1794 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Adriyani E. G. Sitanggang , Lukman Hardia , Irwandi; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2801-2807; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2801-2807; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1513 |

