Khairani, Tetty Noverita dan Fitri, Khairani dan Luthvia, Luthvia dan Leny, Leny dan Rahman, Faizah (2026) Anti-Aging Effectiveness test of Hibiscus Flower Extract (Hibiscus rosa-sinensis L.) in Clay Mask Dosage Form / Uji Efektivitas Anti-Aging Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Dalam Sediaan Masker Clay. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2251-2268.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Introduction: Skin aging is a natural degenerative process triggered by internal and external factors, particularly oxidative stress caused by free radicals. Hibiscus rosa-sinensis L. contains flavonoid and anthocyanin compounds which have potential as natural antioxidants to inhibit the skin aging process. Objective: This study aimed to formulate and evaluate a clay mask containing ethanol extract of Hibiscus rosa-sinensis flowers and to test its anti-aging effectiveness on skin condition parameters. Methods: This experimental study involved the preparation of clay masks with three variations of extract concentrations: 2.5% (F1), 5% (F2), and 10% (F3). Physical quality evaluations included homogeneity, pH, stability, drying time, emulsion type, and irritation tests. Anti-aging effectiveness testing was conducted on 15 female volunteers aged 35–60 years using a skin analyzer over 4 weeks with once-weekly application. Measured parameters included moisture, evenness, pore size, spots, and wrinkles. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney test. Results: All formulas met the physical quality requirements with pH values of 6.4–6.7, homogeneous, stable during 12 weeks of storage, and caused no irritation. Formula III (10% concentration) demonstrated the best anti-aging effectiveness with increases in moisture content of 67.5%, decreases in roughness of 42.3%, decreases in pore size of 30.9%, decreases in spots of 32.4%, and decreases in wrinkles of 36.0% after 4 weeks of treatment. However, the effectiveness of Formula III remained lower than that of the commercial clay mask. Conclusion: Ethanol extract of Hibiscus rosa-sinensis can be formulated as a stable and safe anti-aging clay mask. The 10% concentration formula exhibited the best effectiveness in improving skin aging parameters, although further formula optimization is still required to approach the effectiveness of commercial products.
Pendahuluan: Penuaan kulit merupakan proses degeneratif alami yang dipicu oleh faktor internal dan eksternal, terutama stres oksidatif akibat radikal bebas. Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) mengandung senyawa flavonoid dan antosianin yang berpotensi sebagai antioksidan alami untuk menghambat proses penuaan kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi sediaan masker clay yang mengandung ekstrak etanol bunga kembang sepatu serta menguji efektivitas anti-aging-nya terhadap parameter kondisi kulit. Metode: Penelitian eksperimental ini melibatkan pembuatan masker clay dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak etanol bunga kembang sepatu, yaitu 2,5% (F1), 5% (F2), dan 10% (F3). Evaluasi mutu fisik meliputi uji homogenitas, pH, stabilitas, waktu pengeringan, tipe emulsi, dan uji iritasi. Uji efektivitas anti-aging dilakukan terhadap 15 sukarelawan wanita berusia 35–60 tahun menggunakan skin analyzer selama 4 minggu dengan frekuensi aplikasi 1 kali per minggu. Parameter yang diukur meliputi kadar air (moisture), kehalusan (evenness), ukuran pori (pore), noda (spot), dan keriput (wrinkle). Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik dengan pH 6,4–6,7, homogen, stabil selama 12 minggu penyimpanan, serta tidak menimbulkan iritasi. Formula III (konsentrasi 10%) menunjukkan efektivitas anti-aging terbaik dengan peningkatan kadar air sebesar 67,5%, penurunan tingkat kekasaran kulit sebesar 42,3%, penurunan ukuran pori sebesar 30,9%, penurunan jumlah noda sebesar 32,4%, dan penurunan keriput sebesar 36,0% setelah 4 minggu perawatan. Namun, efektivitas formula III masih lebih rendah dibandingkan masker clay komersial. Kesimpulan: Ekstrak etanol bunga kembang sepatu dapat diformulasikan sebagai sediaan masker clay anti-aging yang stabil dan aman. Formula dengan konsentrasi 10% memberikan efektivitas terbaik dalam memperbaiki parameter penuaan kulit, meskipun masih diperlukan optimasi formula untuk mendekati efektivitas produk komersial.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1783 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Tetty Noverita Khairani , Khairani Fitri , Luthvia, Leny, Faizah Rahman ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2251-2268; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2251-2268; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1510 |

