UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Potential Drug Interactions among Medical Intensive Care Unit Patients at a Private Hospital in Central Java, Indonesia / Potensi Interaksi Obat pada Pasien Medical Intensive Care Unit di Rumah Sakit Swasta Jawa Tengah, Indonesia

Kusumawardani, Mia dan Cholisoh, Zakky (2026) Potential Drug Interactions among Medical Intensive Care Unit Patients at a Private Hospital in Central Java, Indonesia / Potensi Interaksi Obat pada Pasien Medical Intensive Care Unit di Rumah Sakit Swasta Jawa Tengah, Indonesia. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2732-2740.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Potential drug–drug interactions (pDDIs) are a major cause of medication-related problems in critically ill patients; however, evidence from intensive care units (ICUs) in Indonesia remains limited. This prospective cross-sectional study aimed to evaluate the prevalence, severity, and predictors of pDDIs among 100 patients admitted to the ICU of Kendal Islamic Hospital, Central Java, Indonesia, from June to July 2025. Medication data were extracted from electronic medical records and systematically screened using the DrugBank® database. Descriptive analysis, chi-square test, and binary logistic regression were performed. All patients experienced at least one pDDI, with a total of 4,938 pDDIs involving 50 distinct drug pairs. Moderate-severity interactions predominated (66.5%), followed by minor (23.4%) and major (10.1%) interactions, with the severity distribution differing significantly (χ² = 2,577.38; p < 0.001). Fentanyl–ranitidine was the most frequently identified drug pair. Binary logistic regression identified age category as the only independent predictor of major pDDIs (OR = 3.531; 95% CI 1.564–7.975; p = 0.003), whereas sex and ICU length of stay were not significantly associated. These findings demonstrate the high burden of pDDIs among ICU patients and highlight the need for systematic pDDI screening and greater involvement of clinical pharmacists to improve medication safety.

Potential drug–drug interactions (pDDIs) merupakan salah satu masalah terkait obat yang sering terjadi pada pasien kritis akibat kompleksitas terapi dan penggunaan berbagai jenis obat, namun data mengenai pDDIs pada pasien di unit perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU) di Indonesia masih terbatas. Penelitian cross-sectional prospektif ini bertujuan untuk mengevaluasi prevalensi, tingkat keparahan, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pDDIs pada pasien ICU di Rumah Sakit Islam Kendal, Jawa Tengah. Penelitian melibatkan 100 pasien yang dirawat selama periode Juni–Juli 2025 menggunakan teknik total sampling. Data penggunaan obat diperoleh dari rekam medis elektronik dan diidentifikasi menggunakan basis data DrugBank®. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan dengan uji chi-square dan regresi logistik biner. Seluruh pasien (100%) mengalami sedikitnya satu pDDI, dengan total 4.938 pDDIs yang berasal dari 50 pasangan interaksi obat. Interaksi kategori moderat merupakan yang paling dominan (66,5%), diikuti oleh minor (23,4%) dan mayor (10,1%), dengan distribusi tingkat keparahan yang berbeda secara bermakna (χ² = 2.577,38; p < 0,001). Pasangan obat fentanyl–ranitidin merupakan interaksi yang paling sering ditemukan. Analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa kategori usia merupakan satu-satunya prediktor independen kejadian pDDIs mayor (OR = 3,531; IK95%: 1,564–7,975; p = 0,003), sedangkan jenis kelamin dan lama rawat ICU tidak berhubungan secara bermakna. Temuan ini menunjukkan tingginya beban pDDIs pada pasien ICU dan menegaskan pentingnya skrining interaksi obat secara sistematis serta penguatan peran farmasis klinis untuk meningkatkan keselamatan pasien.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1740 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Mia Kusumawardani, Zakky Cholisoh ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2732-2740; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2732-2740; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:10
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:10
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1497

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang