UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

The Relationship between Knowledge and Community Attitude Towards Antibiotic Use at Megang Urban Village of Lubuklinggau City / Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotik di Kelurahan Megang Kota Lubuklinggau

Maifitrianti, Maifitrianti dan Wiyati, Tuti dan Lestari, Shinta Ayu (2026) The Relationship between Knowledge and Community Attitude Towards Antibiotic Use at Megang Urban Village of Lubuklinggau City / Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotik di Kelurahan Megang Kota Lubuklinggau. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2168-2174.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Introduction: The irrational use of antibiotics has become a global concern due to its potential to trigger antimicrobial resistance (AMR). Various factors contribute to inappropriate antibiotic use, among which limited public knowledge about antibiotics plays a significant role. Understanding the relationship between knowledge and attitudes toward antibiotic use is essential for designing effective educational interventions, particularly in communities with limited access to health information. Objective: This study aimed to assess the level of knowledge and attitudes regarding antibiotic use and to analyze the relationship between these two variables among the community in Megang urban village, Lubuklinggau City, Indonesia. Methods: A cross-sectional study was conducted from June to July 2023 involving 300 respondents selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using a validated questionnaire comprising three sections: sociodemographic characteristics (6 items), knowledge (12 items), and attitudes (8 items). Knowledge and attitude scores were categorized based on median values. The relationship between knowledge and attitude was analyzed using the Spearman Rho correlation test. Results: The majority of respondents (63.3%) demonstrated good knowledge regarding antibiotic use, while 50.3% exhibited positive attitudes. Bivariate analysis revealed a significant positive correlation between knowledge and attitude scores (r = 0.481; p < 0.001), indicating a moderate strength of association. This finding suggests that better knowledge is associated with more positive attitudes toward appropriate antibiotic use. Conclusion: A significant positive relationship exists between the level of knowledge and attitudes toward antibiotic use in the study population. These findings underscore the importance of implementing structured educational interventions, particularly at primary healthcare facilities, to enhance both knowledge and attitudinal aspects of antibiotic use, thereby contributing to the prevention of antimicrobial resistance

Pendahuluan: Penggunaan antibiotik yang tidak rasional menjadi perhatian global karena berpotensi memicu resistensi antimikroba. Berbagai faktor berkontribusi terhadap penggunaan antibiotik yang tidak tepat, di mana pengetahuan masyarakat yang terbatas tentang antibiotik memegang peranan penting. Memahami hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan antibiotik sangat penting untuk merancang intervensi edukasi yang efektif, terutama pada komunitas dengan akses terbatas terhadap informasi kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan dan sikap mengenai penggunaan antibiotik serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut pada masyarakat di Kelurahan Megang, Kota Lubuklinggau, Indonesia. Metode: Studi potong lintang ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2023 dengan melibatkan 300 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tervalidasi yang terdiri dari tiga bagian: karakteristik sosiodemografi (6 item), pengetahuan (12 item), dan sikap (8 item). Skor pengetahuan dan sikap dikategorikan berdasarkan nilai median. Hubungan antara pengetahuan dan sikap dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil: Sebagian besar responden (63,3%) menunjukkan pengetahuan yang baik tentang penggunaan antibiotik, sementara 50,3% menunjukkan sikap positif. Analisis bivariat menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara skor pengetahuan dan sikap (r = 0,481; p < 0,001), yang mengindikasikan kekuatan hubungan yang moderat. Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang lebih baik berhubungan dengan sikap yang lebih positif terhadap penggunaan antibiotik yang tepat. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan antibiotik pada populasi penelitian. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya implementasi intervensi edukasi terstruktur, terutama di fasilitas kesehatan primer, untuk meningkatkan aspek pengetahuan dan sikap dalam penggunaan antibiotik, sehingga berkontribusi pada pencegahan resistensi antimikroba.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1661 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Maifitrianti, Tuti Wiyati , Shinta Ayu Lestari ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2168-2174; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2168-2174; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:26
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:26
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1470

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang