Lutfie, Syarief Hasan dan Idris, Ferial Hadipoetro dan Adril, Muhammad Alif dan Dharmmika, Susanti dan Santoso, Arif Budi dan Rahadiyanti, Larisa Sabrina (2026) Proportion of Impairments in Body Functions and Body Structures, Activity Limitations, and Environmental Factors among Hajj Pilgrims with Diabetes Mellitus in Saudi Arabia in 2026: An ICF-Based Descriptive Study / Proporsi Gangguan Fungsi Tubuh dan Struktur Tubuh, Keterbatasan Aktivitas, serta Faktor Lingkungan pada Jemaah Haji dengan Diabetes Melitus Tahun 2026 di Arab Saudi: Studi Deskriptif Berbasis ICF. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2759-2771.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
The Hajj is a large-scale mass gathering that demands high physical activity and exposes pilgrims to extreme heat and crowding, increasing the risk of functioning problems, particularly among those with chronic diseases such as diabetes mellitus. Within the International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF), disability is an umbrella term covering impairments of body functions and body structures, activity limitations, and participation restrictions, all of which arise from the interaction between a health condition and environmental and personal factors. This study aimed to determine the proportion of problems in four selected ICF categories among 2026 Hajj pilgrims with diabetes mellitus in Saudi Arabia. A descriptive cross-sectional study was conducted in May 2026 at the pilgrims' accommodation in Saudi Arabia on 109 pilgrims with diabetes mellitus selected through simple random on-site sampling. One representative category was assessed for each ICF component: consciousness functions (b110) for body functions, structure of areas of skin (s810) for body structures, religion and spirituality expressed as the ability to perform prayer (d930) for activities and participation, and drugs (e1101) expressed as the type of diabetes medication used for environmental factors. Data were collected using an ICF-based assessment form and analysed descriptively as proportions. The mean age of respondents was 60.22 years and the majority were female (54.1%). No impairment of consciousness functions was found (0.0%), as all respondents were fully conscious. Impairment of skin structure was found in 18.3% of respondents and activity limitation in performing prayer in 27.5%. All respondents used diabetes medication, predominantly oral antidiabetic drugs (71.6%), followed by insulin (14.7%) and oral antidiabetic drugs combined with other medication (13.8%); this reflects a universal need for continuous pharmacological support rather than a barrier in itself, so that availability, storage and access to medication constitute a decisive environmental factor for the entire group. Activity limitation was the most frequent problem among the categories assessed, underscoring the importance of supervising medication use, early identification of skin lesions and activity limitations, and structured health monitoring for Hajj pilgrims with diabetes mellitus. Because only one category was assessed per ICF component, these proportions should be read as a preliminary profile and not as a comprehensive assessment of functioning.
Ibadah haji merupakan mass gathering berskala besar yang menuntut aktivitas fisik tinggi serta memaparkan jemaah pada suhu panas ekstrem dan kepadatan kerumunan, sehingga meningkatkan risiko gangguan fungsi, terutama pada penderita penyakit kronik seperti diabetes melitus. Dalam kerangka International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF), disabilitas merupakan istilah payung yang mencakup gangguan fungsi tubuh, gangguan struktur tubuh, keterbatasan aktivitas, dan restriksi partisipasi, yang seluruhnya muncul dari interaksi antara kondisi kesehatan dengan faktor lingkungan dan faktor personal. Penelitian ini bertujuan mengetahui proporsi masalah pada empat kategori ICF terpilih pada jemaah haji tahun 2026 dengan diabetes melitus di Arab Saudi. Penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di pemondokan jemaah haji di Arab Saudi terhadap 109 jemaah dengan diabetes melitus yang dipilih secara acak sederhana di lokasi (simple random on site sampling). Satu kategori representatif dinilai pada setiap komponen ICF, yaitu fungsi kesadaran (b110) untuk komponen fungsi tubuh, struktur area kulit (s810) untuk komponen struktur tubuh, religi dan spiritualitas dalam bentuk kemampuan pelaksanaan salat (d930) untuk komponen aktivitas dan partisipasi, serta obat (e1101) dalam bentuk jenis terapi diabetes yang digunakan untuk komponen faktor lingkungan. Data dikumpulkan menggunakan formulir penilaian berbasis ICF dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk proporsi. Rerata usia responden 60,22 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (54,1%). Tidak ditemukan gangguan fungsi kesadaran (0,0%) karena seluruh responden berada dalam kondisi compos mentis. Gangguan struktur kulit ditemukan pada 18,3% responden dan keterbatasan aktivitas dalam pelaksanaan salat pada 27,5% responden. Seluruh responden menggunakan obat diabetes, terbanyak berupa obat antidiabetik oral (71,6%), diikuti insulin (14,7%) dan obat antidiabetik oral disertai obat lain (13,8%); temuan ini menunjukkan kebutuhan dukungan farmakologis yang bersifat menyeluruh dan bukan hambatan pada dirinya sendiri, sehingga ketersediaan, penyimpanan, dan akses terhadap obat merupakan faktor lingkungan yang menentukan bagi seluruh kelompok. Keterbatasan aktivitas merupakan masalah yang paling sering ditemukan di antara kategori yang dinilai, sehingga menegaskan pentingnya pengawasan penggunaan obat, identifikasi dini lesi kulit dan keterbatasan aktivitas, serta pemantauan kesehatan yang terstruktur bagi jemaah haji dengan diabetes melitus. Karena hanya satu kategori yang dinilai pada tiap komponen ICF, proporsi ini harus dibaca sebagai gambaran awal dan bukan sebagai penilaian fungsi yang komprehensif.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1658 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Syarief Hasan Lutfie, Ferial Hadipoetro Idris , Muhammad Alif Adril , Susanti Dharmmika , Arif Budi Santoso , Larisa Sabrina Rahadiyanti; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2759-2771; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2759-2771; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1468 |

