UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Assessment of Antibiotic Utilization in Acute Respiratory Infection Patients Based on Rational Drug Use Indicators at Teluk Merbau Primary Health Care Center / Penilaian Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut Berdasarkan Indikator Penggunaan Obat Rasional di Puskesmas Teluk Merbau

Septiana, Lilik dan Syamsul, Darwin dan Fauzi, Ziza Putri Aisyia dan Cut Intan Annisa Puteri, Cut Intan Annisa dan Damanik, Ferina Septiani (2026) Assessment of Antibiotic Utilization in Acute Respiratory Infection Patients Based on Rational Drug Use Indicators at Teluk Merbau Primary Health Care Center / Penilaian Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut Berdasarkan Indikator Penggunaan Obat Rasional di Puskesmas Teluk Merbau. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2101-2110.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Acute respiratory infections (ARIs) remain one of the leading causes of morbidity worldwide and contribute substantially to outpatient visits in primary healthcare facilities. Inappropriate antibiotic use in ARI management may accelerate antimicrobial resistance, a major global public health concern. Therefore, monitoring antibiotic utilization through Rational Drug Use (RDU) indicators is essential to promote appropriate prescribing practices. This study aimed to evaluate antibiotic prescribing patterns and assess compliance with Rational Drug Use indicators among ARI patients at Teluk Merbau Primary Health Care Center. A retrospective descriptive cross-sectional study was conducted using prescription records of patients diagnosed with ARIs from January to December 2022. Total sampling was applied, and all eligible prescriptions were included in the analysis. Data were analyzed descriptively using frequencies and percentages based on the Rational Drug Use indicators established by the Indonesian Ministry of Health. A total of 261 ARI prescriptions were analyzed. Female patients accounted for 55.94% of cases, while adults represented the largest age group (62.07%). Among all prescriptions, 90 contained antibiotics. Amoxicillin was the most frequently prescribed antibiotic (56.13%), followed by cefixime (18.33%), ciprofloxacin (11.83%), cefadroxil (10.10%), cotrimoxazole (2.02%), and metronidazole (1.59%). The proportion of antibiotic prescribing was 26.97%, exceeding the national RDU target of less than 20%. Antibiotic prescribing among ARI patients at Teluk Merbau Primary Health Care Center exceeded the recommended RDU indicator. Continuous monitoring, adherence to clinical guidelines, and implementation of antimicrobial stewardship programs are necessary to promote rational antibiotic use.

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas di seluruh dunia dan berkontribusi secara signifikan terhadap kunjungan rawat jalan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dalam penatalaksanaan ISPA dapat mempercepat terjadinya resistensi antimikroba, yang saat ini menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat global. Oleh karena itu, pemantauan penggunaan antibiotik melalui indikator Penggunaan Obat Rasional (POR) sangat penting untuk mendorong praktik peresepan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola peresepan antibiotik dan menilai kesesuaiannya dengan indikator Penggunaan Obat Rasional pada pasien ISPA di Puskesmas Teluk Merbau. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif potong lintang retrospektif dengan memanfaatkan data resep pasien yang didiagnosis ISPA selama periode Januari hingga Desember 2022. Teknik total sampling digunakan dengan melibatkan seluruh resep yang memenuhi kriteria penelitian. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase berdasarkan indikator Penggunaan Obat Rasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sebanyak 261 resep pasien ISPA dianalisis. Pasien perempuan merupakan kelompok terbanyak (55,94%), sedangkan kelompok usia dewasa mendominasi kasus ISPA (62,07%). Dari seluruh resep yang dianalisis, 90 resep mengandung antibiotik. Amoksisilin merupakan antibiotik yang paling sering diresepkan (56,13%), diikuti sefiksim (18,33%), siprofloksasin (11,83%), sefadroksil (10,10%), kotrimoksazol (2,02%), dan metronidazol (1,59%). Persentase penggunaan antibiotik mencapai 26,97%, melebihi target nasional Penggunaan Obat Rasional yang ditetapkan kurang dari 20%. Penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Teluk Merbau masih melebihi indikator Penggunaan Obat Rasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pemantauan penggunaan antibiotik secara berkelanjutan, kepatuhan terhadap pedoman terapi, dan implementasi program stewardship antimikroba perlu ditingkatkan untuk mendukung penggunaan antibiotik yang lebih rasional.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1652 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Lilik Septiana, Darwin Syamsul, Ziza Putri Aisyia Fauzi , Cut Intan Annisa Puteri, Ferina Septiani Damanik; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 2101-2110; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 2101-2110; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:26
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:26
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1466

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang