UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Etlingera elatior Fruit Extract and Diabetic Ulcer Healing: A Literature Review of Indirect Evidence and Research Gaps / Ekstrak Buah Etlingera elatior dan Penyembuhan Ulkus Diabetik: Tinjauan Literatur terhadap Bukti Tidak Langsung dan Kesenjangan Penelitian

Bangun, Chrismas Gideon dan Rusip, Gusbakti dan Mutia, Maya Sari dan Lubis, Yolanda Eliza Putri (2026) Etlingera elatior Fruit Extract and Diabetic Ulcer Healing: A Literature Review of Indirect Evidence and Research Gaps / Ekstrak Buah Etlingera elatior dan Penyembuhan Ulkus Diabetik: Tinjauan Literatur terhadap Bukti Tidak Langsung dan Kesenjangan Penelitian. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2001-2016.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Diabetic ulcers are major complications of diabetes mellitus and remain a significant clinical challenge due to impaired wound healing, persistent inflammation, oxidative stress, and increased susceptibility to infection. Natural products with antioxidant, anti-inflammatory, and antimicrobial properties have been increasingly investigated as complementary therapies for diabetic wound management. Etlingera elatior (torch ginger) is a tropical medicinal plant containing bioactive compounds with promising pharmacological activities. However, its potential role in diabetic ulcer treatment has not been systematically evaluated. This study aimed to assess available evidence regarding the potential effects of E. elatior fruit extract on diabetic ulcers in animal models through a literature review with a systematic search approach. Literature searches were conducted in Google Scholar and Scopus databases, followed by screening using predefined inclusion criteria related to animal studies, diabetic ulcer models, and E. elatior fruit extract intervention. The selection process followed the PRISMA framework. No study directly tested E. elatior fruit extract on diabetic ulcers in animal models. However, indirect evidence showed strong biological plausibility. Ethanol extract of E. elatior fruit demonstrated anti-hyperglycemic effects in diabetic rodents, with 400 mg/kgBW identified as the most effective dose for reducing plasma glucose and protecting pancreatic β-cells. Other studies reported significant reduction of hsCRP (p < 0.05), improvement in renal function, and antioxidant and antimicrobial activities. Major compounds included quercetin, vanillic acid, p-coumaric acid, and other phenolic and flavonoid compounds. These findings suggest potential therapeutic relevance, although direct in vivo diabetic wound studies are still required.

Ulkus diabetik merupakan komplikasi utama diabetes melitus dan masih menjadi tantangan klinis yang signifikan karena terganggunya penyembuhan luka, inflamasi persisten, stres oksidatif, serta meningkatnya kerentanan terhadap infeksi. Produk alam yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba semakin banyak diteliti sebagai terapi komplementer dalam penatalaksanaan luka diabetik. Etlingera elatior (kecombrang) merupakan tanaman obat tropis yang mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas farmakologis yang menjanjikan. Namun, potensi perannya dalam pengobatan ulkus diabetik belum dievaluasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bukti yang tersedia mengenai potensi efek ekstrak buah E. elatior terhadap ulkus diabetik pada model hewan melalui tinjauan literatur sistematis. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Google Scholar dan Scopus, kemudian dilanjutkan dengan penyaringan menggunakan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, meliputi studi hewan, model ulkus diabetik, dan intervensi ekstrak buah E. elatior. Proses seleksi mengikuti kerangka PRISMA. Tidak ditemukan studi yang secara langsung menguji ekstrak buah E. elatior terhadap ulkus diabetik pada model hewan. Namun, bukti tidak langsung menunjukkan dasar biologis yang kuat. Ekstrak etanol buah E. elatior menunjukkan efek antihiperglikemik pada rodensia diabetik, dengan dosis 400 mg/kgBB diidentifikasi sebagai dosis paling efektif dalam menurunkan glukosa plasma dan melindungi sel β pankreas. Studi lain melaporkan penurunan bermakna kadar hsCRP (p < 0,05), perbaikan fungsi ginjal, serta aktivitas antioksidan dan antimikroba. Senyawa utama yang teridentifikasi meliputi kuersetin, asam vanilat, asam p-kumarat, serta senyawa fenolik dan flavonoid lainnya. Temuan ini menunjukkan potensi relevansi terapeutik, meskipun studi in vivo langsung pada model luka diabetik masih diperlukan.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1649 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Chrismas Gideon Bangun , Gusbakti Rusip, Maya Sari Mutia , Yolanda Eliza Putri Lubis; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 2001-2016; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 2001-2016; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:26
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:26
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1464

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang