Purba, Arna Fransisca Millyanti dan Rusip, Gusbakti dan Mutia, Maya Sari dan Lubis, Yolanda Eliza Putri (2026) Potential Role of Castanopsis costata Leaf Extract in Sepsis: A Systematic Review of Indirect Evidence and Mechanistic Insights / Potensi Peran Ekstrak Daun Castanopsis costata pada Sepsis: Tinjauan Sistematis terhadap Bukti Tidak Langsung dan Wawasan Mekanistik. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1914-1928.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Sepsis is a life-threatening systemic inflammatory condition characterized by dysregulated immune responses, excessive cytokine release, oxidative stress, and progressive multi-organ dysfunction. Natural products with anti-inflammatory and antioxidant properties are increasingly investigated as adjunctive therapeutic candidates. Castanopsis costata, a Southeast Asian medicinal plant, has shown pharmacological potential in experimental studies, but its role in sepsis has not been systematically evaluated. This review assessed available evidence on the effects of C. costata leaf extract on sepsis-related outcomes in rat models. A literature search was conducted in Scopus and Google Scholar. A total of 388 records were identified, including 132 from Scopus and 256 from Google Scholar. After removing 122 duplicates, 266 records were screened against predefined eligibility criteria for animal model, sepsis induction, intervention, control, and reported outcomes. Five studies were included in the qualitative synthesis. No study directly evaluated C. costata leaf extract in experimental sepsis. However, studies using chemical organ injury models showed that C. costata leaf extract at 100–400 mg/kg significantly reduced TNF-α and IFN-γ levels, enhanced hepatic antioxidant enzyme activity, and protected liver and kidney tissues from paracetamol- and gentamicin-induced injury. Leaf fractions also demonstrated anti-inflammatory activity comparable to diclofenac sodium, strong antioxidant capacity, and no toxicity up to 5000 mg/kg/day. Although direct evidence of sepsis is unavailable, the anti-inflammatory and antioxidant effects of C. costata suggest potential relevance to sepsis pathophysiology. Further in vivo studies using established sepsis models are required.
Sepsis merupakan kondisi inflamasi sistemik yang mengancam jiwa, ditandai dengan disregulasi respons imun, pelepasan sitokin berlebihan, stres oksidatif, serta disfungsi multiorgan yang progresif. Produk alam dengan sifat antiinflamasi dan antioksidan semakin banyak diteliti sebagai kandidat terapi tambahan. Castanopsis costata, tanaman obat asal Asia Tenggara, telah menunjukkan potensi farmakologis dalam berbagai studi eksperimental, tetapi perannya dalam sepsis belum dievaluasi secara sistematis. Tinjauan ini menilai bukti yang tersedia mengenai efek ekstrak daun C. costata terhadap luaran terkait sepsis pada model tikus. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus dan Google Scholar. Sebanyak 388 artikel diidentifikasi, terdiri atas 132 artikel dari Scopus dan 256 artikel dari Google Scholar. Setelah penghapusan 122 duplikasi, 266 artikel disaring berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditetapkan, meliputi model hewan, induksi sepsis, intervensi, kelompok kontrol, dan luaran yang dilaporkan. Lima studi dimasukkan dalam sintesis kualitatif. Tidak ada studi yang secara langsung mengevaluasi ekstrak daun C. costata pada model sepsis eksperimental. Namun, studi yang menggunakan model cedera organ akibat bahan kimia menunjukkan bahwa ekstrak daun C. costata pada dosis 100–400 mg/kg secara signifikan menurunkan TNF-α dan IFN-γ, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan pada hati, serta melindungi jaringan hati dan ginjal dari cedera yang diinduksi parasetamol dan gentamisin. Fraksi daun juga menunjukkan aktivitas antiinflamasi yang sebanding dengan natrium diklofenak, kapasitas antioksidan yang kuat, serta tidak menunjukkan toksisitas hingga dosis 5000 mg/kg/hari. Meskipun bukti langsung pada sepsis belum tersedia, efek antiinflamasi dan antioksidan C. costata menunjukkan potensi relevansinya terhadap patofisiologi sepsis. Penelitian in vivo lebih lanjut menggunakan model sepsis yang telah tervalidasi diperlukan untuk mengevaluasi potensi terapinya pada sepsis.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1647 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Arna Fransisca Millyanti Purba , Gusbakti Rusip , Maya Sari Mutia , Yolanda Eliza Putri Lubis ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1914-1928; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1914-1928; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1462 |

