Dhiba, Farah dan Harahap, Mawandha Sari dan Nugraha, Sony Eka (2026) Formulation and Evaluation of Aloe vera–Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) Gel for Epidermolysis Bullosa Wound Healing: Phytochemical, In Silico, and In Vivo Approaches / Formulasi dan Evaluasi Gel Aloe vera–Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) untuk Penyembuhan Luka Epidermolisis Bulosa: Pendekatan Fitokimia, In Silico, dan In Vivo. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1835-1847.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Epidermolysis Bullosa (EB) is a rare genetic skin disorder characterized by chronic wounds and delayed healing, requiring alternative therapies that support tissue regeneration. This study aimed to develop and evaluate a gel formulation containing Aloe vera extract and Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) essential oil for EB wound healing. The novelty of this study lies in the combination of Aloe vera and Andaliman as a topical phytopharmaceutical approach for EB-like wounds. This combination was selected based on the complementary mechanisms of Aloe vera, which supports wound healing, fibroblast activity, and re-epithelialization, and Andaliman, which exhibits antioxidant, antimicrobial, and anti-inflammatory properties. Phytochemical screening, GC–MS analysis, antioxidant assay, gel evaluation, in silico docking against VEGF-A, and in vivo testing in EB-like wound rats were performed. Phytochemical screening revealed alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids, and glycosides. GC–MS identified 38 compounds in Aloe vera and 20 compounds in Andaliman. Antioxidant testing showed IC50 values of 165.2 µg/mL for Aloe vera and 98.7 µg/mL for Andaliman. The gel formulations showed acceptable physicochemical properties, with pH 5.8–6.1, viscosity 3,800–4,700 cPs, and good adhesion. Docking results showed strong interactions of lupeol, anthranol, and paulownin with VEGF-A. In vivo, F3 (4% Aloe vera and 3% Andaliman) accelerated wound closure, improved epithelialization, reduced inflammatory infiltration, and significantly increased VEGF expression (p < 0.0001). These findings suggest that Aloe vera–Andaliman gel is a promising topical candidate for EB wound management.
Epidermolisis Bulosa (EB) merupakan kelainan kulit genetik langka yang ditandai dengan luka kronis dan keterlambatan penyembuhan, sehingga membutuhkan terapi alternatif yang mendukung regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi formulasi gel yang mengandung ekstrak Aloe vera dan minyak atsiri Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) untuk penyembuhan luka EB. Kebaruan penelitian ini terletak pada kombinasi Aloe vera dan Andaliman sebagai pendekatan fitofarmaka topikal untuk luka menyerupai EB. Kombinasi ini dipilih berdasarkan mekanisme yang saling melengkapi, yaitu Aloe vera yang mendukung penyembuhan luka, aktivitas fibroblas, dan re-epitelisasi, serta Andaliman yang memiliki aktivitas antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Penelitian ini meliputi skrining fitokimia, analisis GC–MS, uji antioksidan, evaluasi gel, docking in silico terhadap VEGF-A, dan uji in vivo pada tikus dengan luka menyerupai EB. Skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan glikosida. Analisis GC–MS mengidentifikasi 38 senyawa pada Aloe vera dan 20 senyawa pada Andaliman. Uji antioksidan menunjukkan nilai IC50 sebesar 165,2 µg/mL untuk Aloe vera dan 98,7 µg/mL untuk Andaliman. Formulasi gel menunjukkan sifat fisikokimia yang baik, dengan pH 5,8–6,1, viskositas 3.800–4.700 cPs, dan daya lekat yang baik. Hasil docking menunjukkan interaksi kuat lupeol, anthranol, dan paulownin dengan VEGF-A. Secara in vivo, F3 (4% Aloe vera dan 3% Andaliman) mempercepat penutupan luka, meningkatkan epitelisasi, menurunkan infiltrasi inflamasi, dan meningkatkan ekspresi VEGF secara signifikan (p < 0,0001). Temuan ini menunjukkan bahwa gel Aloe vera–Andaliman berpotensi sebagai kandidat topikal untuk penatalaksanaan luka EB.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1646 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Farah Dhiba, Mawandha Sari Harahap , Sony Eka Nugraha; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1835-1847; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1835-1847; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1461 |

