Ivani, Ivani dan Mawardi, Prasetyadi dan Mulianto, Nurrachmat (2026) Effect of a Combination Cream Containing 4% Tranexamic Acid, 3% Nicotinamide, 1% Hyaluronic Acid, and 1% Lactobacillus on MASI Scores in Patients with Melasma / Pengaruh Krim Kombinasi Asam Traneksamat 4%, Nikotinamida 3%, Asam Hialuronat 1%, dan Laktobasilus 1% pada Skor MASI Pasien Melasma. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2436-2444.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Melasma is a chronic recurrent hyperpigmentation disorder characterized by brownish-to-gray facial patches that may negatively affect patients' quality of life. Its multifactorial pathogenesis involves ultraviolet radiation, hormonal influences, genetic predisposition, inflammation, and oxidative stress, highlighting the need for therapies targeting multiple biological pathways. This study aimed to evaluate the effect of a combination cream containing 4% tranexamic acid, 3% nicotinamide, 1% hyaluronic acid, and 1% Lactobacillus on Melasma Area and Severity Index (MASI) scores in patients with melasma. A double-blind randomized controlled trial was conducted in 28 subjects randomly allocated into two groups (combination cream, n=14; modified Kligman's formula, n=14) using computer-generated randomization. The primary outcome was the MASI score, while treatment safety, assessed from local skin reactions, was evaluated as a secondary outcome. Evaluations were performed at weeks 2, 4, 6, and 8 using MASI scores. Pre- and post-treatment analyses were conducted using repeated measures ANOVA and Friedman's test, while between-group comparisons were performed using an independent t-test. The combination cream group demonstrated a reduction in MASI score from 12.90±5.47 to 6.62±3.00 at week 8 (mean change ΔMASI = −6.28) , although statistical significance was not reached (p=0.054). The modified Kligman's formula group showed a significant reduction in MASI score from 13.94 to 7.93 at week 8 (mean change ΔMASI = −6.01) (p<0.001). Comparative analysis demonstrated no significant differences between groups regarding MASI score improvement (p>0.05). Local skin reaction scores were consistently lower in the combination cream group from week 4 to week 8 (all p≤0.004). The combination cream showed a trend toward MASI improvement that did not differ significantly from the modified Kligman's formula, with a more favourable tolerability profile
Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi kronis rekuren yang ditandai bercak kecokelatan hingga keabu-abuan pada wajah dan dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Patogenesis melasma yang multifaktorial melibatkan paparan sinar ultraviolet, faktor hormonal, predisposisi genetik, inflamasi, dan stres oksidatif sehingga diperlukan terapi yang mampu menargetkan berbagai jalur biologis. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh krim kombinasi asam traneksamat 4%, nikotinamida 3%, asam hialuronat 1%, dan laktobasilus 1% terhadap skor Melasma Area and Severity Index (MASI) pada pasien melasma. Penelitian menggunakan desain uji klinik eksperimental double-blind randomized controlled trial terhadap 28 subjek yang dibagi ke dalam dua kelompok (krim kombinasi, n=14; modifikasi formula Kligman, n=14) menggunakan computer-generated randomization. Luaran utama penelitian adalah skor MASI, sedangkan keamanan terapi yang dinilai dari reaksi kulit lokal merupakan luaran sekunder. Evaluasi dilakukan pada minggu ke-2, minggu ke-4, minggu ke-6, dan minggu ke-8 menggunakan skor MASI. Analisis data pre-post menggunakan Repeated Measure ANOVA dan Friedman test, sedangkan analisis komparatif menggunakan independent t-test. Kelompok krim kombinasi menunjukkan tren penurunan skor MASI dari 12,90±5,47 menjadi 6,62±3,00 pada minggu ke-8 (ΔMASI = −6,28) , meskipun belum mencapai kemaknaan statistik (p=0,054). Kelompok modifikasi formula Kligman menunjukkan penurunan skor MASI yang bermakna dari 13,94 menjadi 7,93 pada minggu ke-8 (ΔMASI = −6,01) (p<0,001). Analisis komparatif menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok terhadap perubahan skor MASI selama periode observasi (p>0,05). Skor reaksi kulit lokal secara konsisten lebih rendah pada kelompok krim kombinasi sejak minggu ke-4 hingga minggu ke-8 (seluruh p≤0,004). Krim kombinasi asam traneksamat 4%, nikotinamida 3%, asam hialuronat 1%, dan laktobasilus 1% menunjukkan kecenderungan perbaikan skor MASI yang tidak berbeda bermakna dibandingkan modifikasi formula Kligman, dengan profil tolerabilitas yang lebih baik.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1635 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Ivani, Prasetyadi Mawardi , Nurrachmat Mulianto ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2436-2444; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2436-2444; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1459 |

