UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Study of Antioxidant Activity of Fermented Arabica Coffee (Coffea arabica L.) and Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) / Studi Aktivitas Antioksidan Hasil Fermentasi Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Dan Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.)

Febriani, Yessi dan Salman, Salman dan Lestari, Dewi (2026) Study of Antioxidant Activity of Fermented Arabica Coffee (Coffea arabica L.) and Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) / Studi Aktivitas Antioksidan Hasil Fermentasi Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Dan Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.). Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2044-2056.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Introduction: Arabica coffee (Coffea arabica L.) and andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) are recognized as sources of bioactive compounds, particularly phenolic and flavonoid compounds, which have potential antioxidant activity. Fermentation processes may improve the bioactive components of coffee, while the addition of andaliman may enhance its antioxidant potential. However, information regarding the antioxidant activity of fermented Arabica coffee combined with andaliman in various formulations remains limited. Objective: This study aimed to analyze the phytochemical characteristics and antioxidant activity of fermented Arabica coffee with the addition of andaliman in various formulations using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. Methods: An experimental study was conducted using six formulations consisting of F0 (control), F1, F2, F3, F4, and F5 with different amounts of andaliman addition. Phytochemical screening was performed to identify secondary metabolites. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH method at sample concentrations ranging from 5 to 25 ppm, while vitamin C was used as a positive control at concentrations of 0.3–0.7 ppm. The sample and DPPH solution were incubated for 30 minutes in a dark condition, and absorbance was measured using a UV-Vis spectrophotometer. The percentage of inhibition and IC₅₀ values were calculated using linear regression analysis. Results: Phytochemical screening showed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and phenolic compounds in fermented Arabica coffee with andaliman addition. Antioxidant evaluation demonstrated that all formulations exhibited very strong antioxidant activity. The IC₅₀ values obtained were 28.09 µg/mL for F0, 26.90 µg/mL for F1, 22.10 µg/mL for F2, 17.49 µg/mL for F3, 21.79 µg/mL for F4, and 23.71 µg/mL for F5, while vitamin C showed an IC₅₀ value of 0.08 µg/mL. Formula F3 exhibited the highest antioxidant activity, indicated by the lowest IC₅₀ value among all formulations. Conclusion: Fermentation of Arabica coffee with the addition of andaliman produced very strong antioxidant activity. Formula F3 was identified as the optimal formulation and has potential to be developed as a functional beverage based on local ingredients. Further studies regarding product stability and in vivo antioxidant activity are recommended.

Pendahuluan: Kopi arabika (Coffea arabica L.) dan andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) merupakan bahan alami yang kaya akan senyawa bioaktif dan berpotensi sebagai sumber antioksidan. Proses fermentasi diketahui dapat meningkatkan kualitas dan kandungan senyawa bioaktif kopi, sedangkan penambahan andaliman diharapkan mampu meningkatkan aktivitas antioksidan. Namun, informasi mengenai aktivitas antioksidan kombinasi kopi arabika hasil fermentasi dengan andaliman pada berbagai formulasi masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan kopi arabika hasil fermentasi dengan penambahan andaliman pada berbagai formulasi menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan enam formulasi, yaitu F0 (kontrol), F1, F2, F3, F4, dan F5 dengan variasi penambahan andaliman. Pengujian meliputi skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Sampel dibuat dalam seri konsentrasi 5, 10, 15, 20, dan 25 ppm, sedangkan vitamin C digunakan sebagai kontrol positif pada konsentrasi 0,3–0,7 ppm. Campuran sampel dan larutan DPPH diinkubasi selama 30 menit dalam kondisi gelap, kemudian absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Aktivitas antioksidan dinyatakan sebagai persentase peredaman radikal bebas dan nilai IC₅₀ dihitung menggunakan analisis regresi linear. Hasil: Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa seluruh formulasi mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan fenolik. Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa seluruh formulasi termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat. Nilai IC₅₀ yang diperoleh berturut-turut adalah 28,09 µg/mL (F0), 26,90 µg/mL (F1), 22,10 µg/mL (F2), 17,49 µg/mL (F3), 21,79 µg/mL (F4), dan 23,71 µg/mL (F5), sedangkan vitamin C memiliki nilai IC₅₀ sebesar 0,08 µg/mL. Formula F3 menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi karena memiliki nilai IC₅₀ paling rendah dibandingkan formulasi lainnya. Kesimpulan: Penambahan andaliman pada kopi arabika hasil fermentasi mampu meningkatkan aktivitas antioksidan, dengan seluruh formulasi termasuk kategori antioksidan sangat kuat. Formula F3 merupakan formulasi terbaik dan berpotensi dikembangkan sebagai minuman fungsional berbasis bahan alam lokal. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengevaluasi stabilitas produk serta aktivitas antioksidan secara in vivo.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1634 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Yessi Febriani , Salman, Dewi Lestari; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 2044-2056; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 2044-2056; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:26
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:26
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1458

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang