UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Cost Analysis of Asthma Treatment in Child Outpatient Patients at a Public Hospital in Yogyakarta Based on INA-CBG's Rates in 2023 / Analisis Biaya Pengobatan Asma Anak Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Pemerintah di Yogyakarta Berdasarkan Tarif INA-CBG's Tahun 2023

Hadning, Ingenida dan Akbar, Muhammad Aqil Faiq dan Widayati, Aris (2026) Cost Analysis of Asthma Treatment in Child Outpatient Patients at a Public Hospital in Yogyakarta Based on INA-CBG's Rates in 2023 / Analisis Biaya Pengobatan Asma Anak Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Pemerintah di Yogyakarta Berdasarkan Tarif INA-CBG's Tahun 2023. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2017-2023.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Introduction: Asthma is one of the most common chronic respiratory diseases in children, affecting daily activities, growth, and quality of life. Recurrent treatment imposes a considerable economic burden on families and healthcare providers. The Indonesian government implements the Indonesian Case-Based Groups (INA-CBG) payment system within the National Health Insurance (JKN) program to control healthcare costs. Objective: This study aimed to analyse direct medical costs and evaluate the conformity between actual treatment costs and INA-CBG tariffs in 2023 for pediatric outpatient asthma patients at a public hospital in Yogyakarta. Methods: An observational retrospective study was conducted using medical records and cost data of pediatric asthma outpatients at RS Paru Respira Yogyakarta from January 2024 to September 2025. Samples were selected through total sampling based on inclusion and exclusion criteria. Descriptive analysis was used to calculate direct medical costs, while conformity with INA-CBG tariffs was analysed using a one-sample t-test and a Wilcoxon test. Results: A total of 79 patients with 290 outpatient visits were analysed. The average actual costs were Rp248,953 for Q-5-44-0 (n=243), Rp383,490 for J-3-13-0 (n=28), and Rp406,506 for J-3-16-0 (n=19). Medication costs accounted for the largest component (42-52%). Significant differences were found between actual costs and INA-CBG tariffs for all codes (p<0.05). Actual costs exceeded tariffs for codes Q-5-44-0 and J-3-13-0 but were lower for code J-3-16-0. The total negative difference reached Rp14,282,904. Conclusion: There is a significant discrepancy between actual treatment costs and INA-CBG tariffs for pediatric outpatient asthma care in 2023. Medication costs represent the largest component of treatment expenditures. These findings indicate the need for continuous evaluation of the INA-CBG payment system and healthcare cost management strategies to improve efficiency while maintaining service quality.

Pendahuluan: Asma merupakan salah satu penyakit pernapasan kronis paling umum pada anak yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, pertumbuhan, dan kualitas hidup. Pengobatan berulang menimbulkan beban ekonomi yang signifikan bagi keluarga dan penyedia layanan kesehatan. Pemerintah Indonesia menerapkan sistem pembayaran Indonesian Case-Based Groups (INA-CBG) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mengendalikan biaya kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya medis langsung dan mengevaluasi kesesuaian antara biaya aktual dan tarif INA-CBG tahun 2023 pada pasien asma anak rawat jalan di rumah sakit pemerintah di Yogyakarta. Metode: Penelitian observasional retrospektif dilakukan dengan menggunakan rekam medis dan data biaya pasien asma anak yang dirawat jalan di RS Paru Respira Yogyakarta pada periode Januari 2024–September 2025. Sampel dipilih menggunakan metode total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis deskriptif digunakan untuk menghitung biaya medis langsung, sedangkan kesesuaian dengan tarif INA-CBG dianalisis menggunakan uji t sampel tunggal dan uji Wilcoxon. Hasil: Sebanyak 79 pasien dengan 290 kunjungan rawat jalan dianalisis. Rata-rata biaya aktual sebesar Rp248.953 untuk kode Q-5-44-0 (n=243), Rp383.490 untuk kode J-3-13-0 (n=28), dan Rp406.506 untuk kode J-3-16-0 (n=19). Komponen biaya terbesar berasal dari biaya obat (42-52%). Terdapat perbedaan signifikan antara biaya aktual dan tarif INA-CBG untuk semua kode (p<0,05). Biaya aktual lebih tinggi daripada tarif pada kode Q-5-44-0 dan J-3-13-0, namun lebih rendah pada kode J-3-16-0. Total selisih negatif mencapai Rp14.282.904. Kesimpulan: Terdapat ketidaksesuaian yang signifikan antara biaya aktual pengobatan asma anak rawat jalan dan tarif INA-CBG tahun 2023. Biaya obat merupakan komponen terbesar dalam pengobatan. Temuan ini mengindikasikan perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap sistem pembayaran INA-CBG dan manajemen biaya layanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1630 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Ingenida Hadning , Muhammad Aqil Faiq Akbar, Aris Widayati; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 2017-2023; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 2017-2023; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:26
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:26
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1456

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang