UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Formulation and Antibacterial Activity Test of Keji Beling Leaf Extract Gel (Sericocalyces crispus) Against Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa Bacteria / Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Daun Keji Beling (Sericocalyces crispus) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa

Yunus, Muahmmad dan Razoki, Razoki dan Friska, vira (2026) Formulation and Antibacterial Activity Test of Keji Beling Leaf Extract Gel (Sericocalyces crispus) Against Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa Bacteria / Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Daun Keji Beling (Sericocalyces crispus) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1659-1667.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Skin infections caused by pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa remain a global health challenge, particularly due to the increasing incidence of antibiotic resistance. The development of topical formulations derived from natural products represents a potential alternative strategy. Keji beling leaves (Sericocalyces crispus) are known to contain secondary metabolites with antibacterial activity. This study aimed to formulate keji beling leaf extract into a gel preparation and evaluate its antibacterial activity. The 96% ethanol extract of keji beling leaves was obtained using the maceration method and subsequently formulated into gel preparations at extract concentrations of 5%, 10%, and 15% using hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) as a gelling agent. The physical properties of the gels were evaluated through organoleptic, pH, and spreadability tests. Antibacterial activity against S. aureus and P. aeruginosa was assessed using the disc diffusion method by measuring the inhibition zone diameter. The results showed that all gel formulations exhibited good physical characteristics, with pH values ranging from 4.44 to 5.71 and spreadability within the acceptable range for topical preparations. The gel preparations demonstrated antibacterial activity against both test bacteria, with inhibition zone diameters increasing in proportion to the extract concentration. The formulation containing 15% extract exhibited the highest antibacterial activity (mean inhibition zone diameter of 9.50 mm against P. aeruginosa), although it remained lower than that of the positive control. In conclusion, keji beling leaf extract gel possesses favorable physical characteristics and shows potential for further development as a natural-based topical antibacterial agent, particularly at a concentration of 15%.

Infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa masih menjadi tantangan kesehatan global, terutama dengan meningkatnya resistensi antibiotik. Pengembangan sediaan topikal berbasis bahan alam merupakan strategi alternatif yang potensial. Daun keji beling (Sericocalyces crispus) dikenal mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun keji beling ke dalam sediaan gel serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya. Ekstrak etanol 96% daun keji beling diperoleh melalui metode maserasi, kemudian diformulasikan menjadi sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15% menggunakan hidroksipropil metilselulosa (HPMC) sebagai gelling agent. Evaluasi sifat fisik gel meliputi uji organoleptik, pH, dan daya sebar. Uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap S. aureus dan P. aeruginosa menggunakan metode difusi cakram dengan pengukuran diameter zona hambat (DZH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula gel memiliki karakteristik fisik yang baik, dengan nilai pH berada pada rentang 4,44–5,71 dan daya sebar yang memenuhi persyaratan sediaan topikal. Sediaan gel menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji, dengan DZH meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak. Formula dengan konsentrasi ekstrak 15% memberikan aktivitas antibakteri tertinggi (DZH rata-rata 9,50 mm terhadap P. aeruginosa), meskipun masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif. Sebagai kesimpulan, sediaan gel ekstrak daun keji beling memiliki karakteristik fisik yang baik dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai agen antibakteri topikal berbasis bahan alam, terutama pada konsentrasi ekstrak 15%.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1618 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Vira Friska , Muahmmad Yunus , Razoki; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1659-1667; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1659-1667; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:26
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:26
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1449

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang