Rahmadani, Siti dan Hardia, Lukman dan Budiyanto, Angga Bayu (2026) Analgesic Effectiveness of Ethanol Extract of Pegagan Leaves (Centella asiatica) on White Mice (Mus musculus) / Efektivitas Analgesik Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica) Terhadap Mencit Putih (Mus musculus). Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1802-1810.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: Pain is an unpleasant sensory and emotional experience associated with actual or potential tissue damage, representing a major health problem that requires effective management. Although synthetic analgesics are widely used, their long-term administration is often associated with adverse effects, particularly gastrointestinal disturbances, thus driving the search for safer alternatives from natural sources. Centella asiatica (pegagan) is a medicinal plant traditionally used for various ailments, containing bioactive compounds with potential analgesic properties. Objective: This study aimed to evaluate the analgesic activity of ethanol extract of Centella asiatica leaves in male white mice (Mus musculus) and to determine the most effective dose. Methods: A true experimental study with pretest-posttest control group design was conducted involving 25 male mice randomly assigned into five groups (n=5 each): positive control (paracetamol 65 mg/kgBW), negative control (1% Na-CMC), and three treatment groups receiving ethanol extract at doses of 100, 150, and 200 mg/kgBW. The extract was prepared by maceration using 70% ethanol and subjected to phytochemical screening. Analgesic activity was evaluated using the tail flick method, with latency time measured at 30, 60, 90, and 120 minutes post-administration. Data were analyzed using Wilcoxon signed-rank test and Mann-Whitney U test at 95% confidence level. Results: Phytochemical analysis revealed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins in the extract, while steroids were not detected. The 100 mg/kgBW dose demonstrated the most consistent and significant analgesic activity, with statistically significant differences (p < 0.05) observed at 60, 90, and 120 minutes compared to pre-test values. This dose achieved the highest percentage of analgesia (63.09%) at 120 minutes, which was significantly superior to the positive control group. The 150 mg/kgBW dose showed inconsistent effects, while the 200 mg/kgBW dose exhibited comparable activity but with less consistency. Conclusion: The ethanol extract of Centella asiatica leaves possesses significant analgesic activity in mice, with the optimal dose of 100 mg/kgBW. The analgesic effect is likely mediated through the inhibition of cyclooxygenase enzymes and subsequent reduction of prostaglandin synthesis, supported by the presence of flavonoids, alkaloids, and triterpenoid compounds. These findings support the potential development of Centella asiatica as a standardized herbal analgesic agent.
Latar Belakang: Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, sehingga memerlukan penanganan yang efektif. Meskipun analgesik sintetis banyak digunakan, penggunaannya dalam jangka panjang sering dikaitkan dengan efek samping, terutama gangguan saluran cerna, sehingga mendorong pencarian alternatif yang lebih aman dari bahan alam. Centella asiatica (pegagan) merupakan tanaman obat yang secara tradisional digunakan untuk berbagai penyakit, mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas analgesik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas analgesik ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica) pada mencit putih jantan (Mus musculus) serta menentukan dosis yang paling efektif. Metode: Penelitian eksperimental murni dengan rancangan pretest-posttest control group dilakukan menggunakan 25 ekor mencit yang dialokasikan secara acak ke dalam lima kelompok (n=5 masing-masing): kontrol positif (parasetamol 65 mg/kgBB), kontrol negatif (Na-CMC 1%), dan tiga kelompok perlakuan yang menerima ekstrak etanol dengan dosis 100, 150, dan 200 mg/kgBB. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan dilakukan skrining fitokimia. Aktivitas analgesik dievaluasi menggunakan metode tail flick, dengan pengukuran waktu latensi pada menit ke-30, 60, 90, dan 120 setelah pemberian. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dan uji Mann-Whitney pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Analisis fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin dalam ekstrak, sedangkan steroid tidak terdeteksi. Dosis 100 mg/kgBB menunjukkan aktivitas analgesik yang paling konsisten dan signifikan, dengan perbedaan bermakna secara statistik (p < 0,05) pada menit ke-60, 90, dan 120 dibandingkan nilai pre-test. Dosis ini mencapai persentase analgesia tertinggi (63,09%) pada menit ke-120, yang secara signifikan lebih unggul dibandingkan kelompok kontrol positif. Dosis 150 mg/kgBB menunjukkan efek yang tidak konsisten, sedangkan dosis 200 mg/kgBB menunjukkan aktivitas yang sebanding namun dengan konsistensi yang lebih rendah. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica) memiliki aktivitas analgesik yang signifikan pada mencit, dengan dosis optimal 100 mg/kgBB. Efek analgesik tersebut kemungkinan dimediasi melalui penghambatan enzim siklooksigenase dan penurunan sintesis prostaglandin, yang didukung oleh keberadaan senyawa flavonoid, alkaloid, dan triterpenoid. Temuan ini mendukung potensi pengembangan Centella asiatica sebagai agen analgesik herbal terstandar.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1602 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Siti Rahmadani , Lukman Hardia, Angga Bayu Budiyanto; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1802-1810; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1802-1810; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1441 |

