Arafah, Nurul dan Lubis, Minda Sari dan Yuniarti, Rafita dan Rani, Zulmai (2026) Characteristics and release of salicylic acid from nanogel preparations in vitro / Karakteristik dan pelepasan asam salisilat dari sediaan nanogel secara in vitro. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1929-1936.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Salicylic acid is a beta-hydroxy acid (BHA) widely used in dermatology due to its keratolytic, comedolytic, and anti-inflammatory properties. Aim: This study aims to determine the amount of salicylic acid active ingredient incorporated into the nanogel formulation and to assess whether the salicylic acid active ingredient in the nanogel formulation can enhance the rate of release through the skin barrier. Methods: formulation of a nanogel preparation containing 1% salicylic acid. Subsequently, particle size measurements, determination of salicylic acid concentration, absorption efficiency testing, and release testing were conducted in vitro using a Franz diffusion cell, thereby allowing the determination of the cumulative amount of salicylic acid released and its flux. Results: The salicylic acid nanogel formulation has a particle size of 46.8 nm, indicating successful nanogel formation. The average adsorption efficiency value from six replicates was 92.8%, indicating that most of the salicylic acid was successfully adsorbed into the nanogel system. In vitro release tests showed an increase in cumulative release as samples were taken from minute 15 to minute 480, yielding an average Q value of 17.9 ± 0.08 µg/cm² and continuing to rise to 86.4 ± 0.08 µg/cm². Conclusion: A salicylic acid nanogel formulation has the potential to enhance the effectiveness of topical salicylic acid delivery.
Asam salisilat merupakan asam beta hidroksi (β-hydroxy acid) yang banyak digunakan dalam bidang dermatologi karena memiliki aktivitas keratolitik, komedolitik, dan antiinflamasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak zat aktif asam salisilat yang terperangkap dalam sediaan nanogel serta untuk mengetahui zat aktif asam salisilat dalam sediaan nanogel dapat meningkatkan laju pelepasan melalui membran kulit. Metode: formulasi sediaan nanogel yang mengandung asam salisilat 1%. Kemudian dilakukan pengukuran ukuran partikel, penetapan kadar asam salisilat, uji efisiensi penjerapan, dan uji pelepasan dilakukan secara in vitro menggunakan sel difusi Franz, sehingga dapat ditentukan jumlah kumulatif pelepasan dan fluks asam salisilat. Hasil: Sediaan nanogel asam salisilat memiliki ukuran partikel yaitu 46,8 nm yang menandakan keberhasilan pembentukan nanogel. Nilai efisiensi penjerapan rata-rata dari enam pengulangan adalah 92,8%, menunjukkan bahwa sebagian besar asam salisilat berhasil terjerap dalam sistem nanogel. Pada uji pelepasan in vitro menunjukkan peningkatan jumlah kumulatif pelepasan meningkat seiring dengan pengambilan sampel dari menit ke-15 hingga menit ke-480 diperoleh rata-rata Q sebesar 17,9±0,08 µg/cm2 dan terus meningkat hingga 86,4±0,08 µg/cm2. Kesimpulan: Sediaan nanogel asam salisilat berpotensi meningkatkan efektivitas penghantaran asam salisilat secara topikal.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1598 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Nurul Arafah , Minda Sari Lubis , Rafita Yuniarti , Zulmai Rani ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1929-1936; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1929-1936; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1439 |

