Utami, Putri Jati dan Oktavriana, Triasari dan Mawardi, Prasetyadi dan Laili, Utiya Nur dan Rahadiyanti, Larisa Sabrina (2026) Identification and Quantification of Total Phenolic Content of Ginger (Zingiber officinale) Extract as a Preliminary Step for Topical Salve Development / Identifikasi dan Kuantifikasi Kadar Fenol Total Jahe (Zingiber officinale) Ekstrak sebagai Tahap Pendahuluan untuk Pengembangan Salep Topikal. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1668-1675.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Ginger (Zingiber officinale) is traditionally used for inflammatory conditions and is currently being developed as a topical agent for psoriasis, with therapeutic effects largely attributed to phenolic constituents such as gingerols and shogaols. Prior to formulating ginger extract into 5% and 10% salves, qualitative confirmation and quantitative determination of phenolic content are essential to ensure adequate active marker levels. This study aimed to identify and quantify the total phenolic content of ginger extract intended for topical salve development. Qualitative identification used the ferric chloride (FeCl3) 1% test. Quantitative determination employed the Folin–Ciocalteu method with gallic acid as reference standard. Approximately 0.2 g of extract was dissolved in methanol p.a., reacted with 7.5% Folin–Ciocalteu reagent and 1% NaOH, and absorbance measured at λmax in triplicate. Total phenolic content was expressed as % gallic acid equivalents (GAE). The FeCl3 test produced a distinct color change confirming phenolic compounds. λmax was 733 nm with operating time 44–46 minutes. The calibration curve was linear (Y = 0.0652 + 0.00706X; r = 0.9991). Mean total phenolic content was 7.47 ± 0.36% GAE (74.70 ± 3.63 mg GAE/g extract; CV = 4.86%, meeting the < 5% precision criterion). The value measured by the Folin–Ciocalteu method reflects the total reducing capacity of the extract, which is primarily attributable to phenolic constituents such as gingerols and shogaols, although contributions from other reducing substances cannot be excluded. This batch-specific value provides a baseline reference qualifying the extract as the candidate active ingredient for subsequent 5% and 10% topical salve formulation, with confirmatory chromatographic identification recommended prior to scale-up.
Jahe (Zingiber officinale) secara tradisional digunakan untuk mengatasi kondisi inflamasi dan saat ini sedang dikembangkan sebagai agen topikal untuk psoriasis, dengan efek terapeutik yang sebagian besar berasal dari konstituen fenolik seperti gingerol dan shogaol. Sebelum diformulasikan menjadi salep 5% dan 10%, konfirmasi kualitatif dan penentuan kuantitatif kandungan fenolik diperlukan untuk memastikan kadar penanda aktif yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkuantifikasi kadar fenol total ekstrak jahe yang ditujukan untuk pengembangan salep topikal. Identifikasi kualitatif menggunakan uji ferri klorida (FeCl3) 1%, dengan munculnya warna hijau, biru, atau ungu sebagai indikator hasil positif. Penentuan kuantitatif menggunakan metode Folin–Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar pembanding. Sekitar 0,2 g ekstrak dilarutkan dalam metanol p.a., direaksikan dengan reagen Folin–Ciocalteu 7,5% dan NaOH 1%, dan absorbansi diukur pada λmaks secara triplikat. Kadar fenol total dinyatakan sebagai % ekuivalen asam galat (GAE). Uji FeCl3 menghasilkan perubahan warna yang khas, mengonfirmasi keberadaan senyawa fenolik. Nilai λmaks adalah 733 nm dengan operating time 44–46 menit. Kurva kalibrasi linear (Y = 0,0652 + 0,00706X; r = 0,9991). Kadar fenol total rata-rata sebesar 7,47 ± 0,36% GAE (74,70 ± 3,63 mg GAE/g ekstrak; CV = 4,86%, memenuhi kriteria presisi < 5%). Nilai yang diukur dengan metode Folin–Ciocalteu mencerminkan kapasitas pereduksi total ekstrak, yang terutama berasal dari konstituen fenolik seperti gingerol dan shogaol, meskipun kontribusi dari senyawa pereduksi lain tidak dapat dikesampingkan. Nilai spesifik-bets ini menyediakan referensi baseline yang memenuhi syarat menjadikan ekstrak sebagai kandidat bahan aktif untuk formulasi salep topikal 5% dan 10% pada tahap selanjutnya, dengan identifikasi kromatografi konfirmatori direkomendasikan sebelum peningkatan skala.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1597 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Putri Jati Utami, Triasari Oktavriana , Prasetyadi Mawardi, Utiya Nur Laili, Larisa Sabrina Rahadiyanti; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1668-1675; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1668-1675; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1438 |

