UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Comparative Physical Stability of 5% and 10% Zingiber officinale Formulations: Organoleptic, pH, Spreadability, and Adhesion Properties Under Cycling Test Conditions / Perbandingan Stabilitas Fisik Formulasi Farmasetika 5% dan 10% Zingiber officinale: Sifat Organoleptik, pH, Daya Sebar, dan Daya Lekat pada Kondisi Uji Cycling Test

Utami, Putri Jati dan Oktavriana, Triasari dan Mawardi, Prasetyadi (2026) Comparative Physical Stability of 5% and 10% Zingiber officinale Formulations: Organoleptic, pH, Spreadability, and Adhesion Properties Under Cycling Test Conditions / Perbandingan Stabilitas Fisik Formulasi Farmasetika 5% dan 10% Zingiber officinale: Sifat Organoleptik, pH, Daya Sebar, dan Daya Lekat pada Kondisi Uji Cycling Test. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 1585-1592.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Ginger (Zingiber officinale) has demonstrated anti-inflammatory and immunomodulatory potential, supporting its development as a topical agent for inflammatory skin diseases such as psoriasis, but its physical stability must first be confirmed to ensure that therapeutic effects can be attributed to the active compound rather than formulation degradation. This study aimed to evaluate and compare the physical stability of 5% (F1) and 10% (F2) ginger extract salves through organoleptic, pH, spreadability, and adhesion testing under cycling test conditions consisting of six cycles of 24 hours at 4 °C followed by 24 hours at 40 °C, with three replicates per formulation assessed at baseline and after each cycle. Data were analyzed using paired t-tests for within-formulation comparisons and independent t-tests for between-formulation comparisons. Both formulations retained their characteristic ginger aroma, brown color, semi-solid consistency, and homogeneity throughout all six cycles. The pH of F1 ranged from 4.31 to 4.33 and F2 remained at 4.48, with no significant change between cycle 0 and cycle 6 (p > 0.05). Spreadability ranged from 4.79–4.84 cm for F1 and 5.20–5.33 cm for F2, while adhesion time was 4.78–4.82 s for F1 and 3.12–3.14 s for F2. The 10% formulation showed significantly higher pH and spreadability and significantly shorter adhesion time than the 5% formulation (all p<0.001), reflecting concentration-dependent rheological behavior. Both formulations demonstrated acceptable physical stability with all parameters within pharmacopoeial limits, supporting their use in subsequent in vivo efficacy studies for psoriasis.

Jahe (Zingiber officinale) memiliki potensi antiinflamasi dan imunomodulator yang mendukung pengembangannya sebagai agen topikal untuk penyakit kulit inflamatorik seperti psoriasis, namun stabilitas fisiknya harus dipastikan terlebih dahulu agar efek terapeutik dapat dikaitkan dengan zat aktif dan bukan akibat degradasi formulasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan stabilitas fisik salep ekstrak jahe 5% (F1) dan 10% (F2) melalui uji organoleptik, pH, daya sebar, dan daya lekat pada kondisi cycling test yang terdiri atas enam siklus, masing-masing 24 jam pada 4 °C dilanjutkan 24 jam pada 40 °C, dengan tiga replikasi tiap formulasi yang dinilai pada siklus awal dan setiap siklus berikutnya. Data dianalisis menggunakan paired t-test untuk perbandingan antar siklus dan independent t-test untuk perbandingan antar formulasi. Kedua formulasi mempertahankan aroma khas jahe, warna cokelat, konsistensi semi-padat, dan homogenitas sepanjang enam siklus. pH F1 berkisar 4,31–4,33 dan F2 tetap 4,48, tanpa perubahan signifikan antara siklus 0 dan siklus 6 (p > 0,05). Daya sebar F1 berkisar 4,79–4,84 cm dan F2 5,20–5,33 cm, sedangkan daya lekat F1 4,78–4,82 detik dan F2 3,12–3,14 detik. Formulasi 10% menunjukkan pH dan daya sebar yang signifikan lebih tinggi serta daya lekat yang signifikan lebih singkat dibandingkan formulasi 5% (semua p<0,001), mencerminkan perilaku reologi yang bergantung pada konsentrasi. Kedua formulasi menunjukkan stabilitas fisik yang baik dengan seluruh parameter memenuhi batas farmakope, sehingga mendukung penggunaannya pada studi efikasi in vivo selanjutnya untuk psoriasis.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1587 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Putri Jati Utami, Triasari Oktavriana , Prasetyadi Mawardi ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1585-1592; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 2 (2026); 1585-1592; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i2
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:26
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:26
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1431

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang