UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIENRuang pengetahuan, terbuka untuk semua

REPOSITORY INSTITUSI

Current Trends and Future Directions in Camellia sinensis Research on Weight Management and Obesity Related Outcomes: A Twenty-Year Overview and Bibliometric Analysis / Tren Terkini dan Arah Masa Depan Penelitian Camellia sinensis tentang Manajemen Berat Badan dan Luaran Terkait Obesitas: Tinjauan Dua Puluh Tahun dan Analisis Bibliometrik

Nasution, Muhammad Amin dan Illian, Didi Nurhadi dan Aiman, Hanifa Rifdah dan Andry, Muhammad dan Marcelia, Cindy dan Pertiwi, Nia Novranda dan Sari, Syilvi Rinda dan Syahputri, Hindri (2026) Current Trends and Future Directions in Camellia sinensis Research on Weight Management and Obesity Related Outcomes: A Twenty-Year Overview and Bibliometric Analysis / Tren Terkini dan Arah Masa Depan Penelitian Camellia sinensis tentang Manajemen Berat Badan dan Luaran Terkait Obesitas: Tinjauan Dua Puluh Tahun dan Analisis Bibliometrik. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2661-2671.

Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.
URL resmi: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/...

Abstrak

Camellia sinensis (tea) is widely consumed and has been extensively investigated for its potential to support weight management, particularly because of the bioactive catechin epigallocatechin-3-gallate (EGCG). We conducted a bibliometric analysis to map the scope, productivity, collaboration patterns, citation impact, and thematic evolution of research on Camellia sinensis and obesity-related outcomes. We retrieved records indexed in Scopus for 2005–2024 using terms for Camellia sinensis, major tea types, and obesity. After excluding non-original publications, we analysed 897 original research articles with VOSviewer (version 1.6.20) and the Biblioshiny R package, including co-occurrence, collaboration, and citation networks. Annual output increased from 21 articles in 2005 to a peak of 80 in 2020. China produced the most publications (n = 182), while the United States achieved the greatest total citation impact. The leading sources were Nutrients, Journal of Nutritional Biochemistry, and Food & Function; the most prolific authors were Wang Y, Liu Z, and Zhang Y; and Anhui Agricultural University was the most productive institution. Keyword analysis identified four interconnected themes: green tea catechins and lipid metabolism, oxidative stress and polyphenols, gut microbiota and thermogenesis, and obesity-related metabolic syndrome. Recent research increasingly emphasises multi-omics, microbiota interactions, and precision nutrition. These bibliometric findings indicate expanding scientific interest in the potential contribution of Camellia sinensis to weight management and obesity-related metabolic health, while underscoring the need for standardised clinical trials, improved EGCG bioavailability, and cautious translation into clinical and policy settings

Camellia sinensis (teh) banyak dikonsumsi dan telah banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung manajemen berat badan, terutama melalui katekin bioaktif epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Kami melakukan analisis bibliometrik untuk memetakan cakupan, produktivitas, pola kolaborasi, dampak sitasi, dan perkembangan tematik penelitian mengenai Camellia sinensis serta luaran terkait obesitas. Kami memperoleh rekaman yang terindeks Scopus pada periode 2005–2024 dengan menggunakan istilah yang mencakup Camellia sinensis, berbagai jenis teh, dan obesitas. Setelah mengecualikan publikasi nonasli, kami menganalisis 897 artikel penelitian asli menggunakan VOSviewer versi 1.6.20 dan paket Biblioshiny pada R, yang mencakup jaringan ko-kemunculan, kolaborasi, dan sitasi. Jumlah publikasi tahunan meningkat dari 21 artikel pada tahun 2005 menjadi 80 artikel pada tahun 2020. Tiongkok menghasilkan publikasi terbanyak (n = 182), sedangkan Amerika Serikat memiliki dampak sitasi tertinggi secara keseluruhan. Sumber publikasi terkemuka adalah Nutrients, Journal of Nutritional Biochemistry, dan Food & Function; penulis paling produktif adalah Wang Y, Liu Z, dan Zhang Y; sedangkan Anhui Agricultural University merupakan institusi yang paling produktif. Analisis kata kunci mengidentifikasi empat tema yang saling berhubungan, yaitu katekin teh hijau dan metabolisme lipid, stres oksidatif dan polifenol, mikrobiota usus dan termogenesis, serta sindrom metabolik terkait obesitas. Penelitian terkini semakin menekankan pendekatan multiomik, interaksi mikrobiota, dan nutrisi presisi. Temuan bibliometrik ini menunjukkan meningkatnya minat ilmiah terhadap kemungkinan kontribusi Camellia sinensis dalam mendukung manajemen berat badan dan kesehatan metabolik terkait obesitas, sekaligus menegaskan perlunya uji klinis terstandardisasi, peningkatan bioavailabilitas EGCG, serta penerjemahan hasil secara hati-hati ke dalam praktik klinis dan kebijakan.

Jenis koleksi: Artikel jurnal
Informasi Tambahan: OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1550 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Muhammad Amin Nasution, Didi Nurhadi Illian, Hanifah Rifdah Aiman , Muhammad Andry, Cindy Marseli , Nia Novranda Pertiwi , Syilvi Rinda Sari , Hindri Syahputri ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2661-2671; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2661-2671; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3
Pengguna yang Menyetor: Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id
Tanggal Disetor: 10 Oktober 2026 22:26
Terakhir Dimodifikasi: 10 Oktober 2026 22:26
URI: http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1419

Tindakan (diperlukan login)

Lihat Barang
Lihat Barang