Nana, Cut dan Sofia, Rizka dan Mellaratna, Wizar Putri (2026) The Relationship Between Family Support and the Quality of Life of Filariasis Patients in North Aceh Regency / Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Penderita Filariasis Di Kabupaten Aceh Utara. Journal of Pharmaceutical and Sciences. hal. 2194-2205.
Teks lengkap tidak tersedia dari repositori ini.Abstrak
Background: Lymphatic filariasis is a neglected tropical disease caused by Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, and B. timori infection, leading to permanent lymphatic dysfunction with lymphedema and hydrocele as major complications. This chronic condition significantly impairs patients' quality of life (QoL), necessitating adequate family support for disease management and psychosocial adaptation. North Aceh Regency represents one of the highest filariasis-endemic areas in Aceh Province, Indonesia, yet empirical evidence on the relationship between family support and QoL among filariasis patients in this specific cultural context remains limited. Objective: This study aimed to analyze the relationship between family support and quality of life among lymphatic filariasis patients in North Aceh Regency, Indonesia. Methods: A descriptive-analytical cross-sectional study was conducted from March to December 2023 involving 54 filariasis patients selected through total sampling from 21 sub-districts in North Aceh Regency. Data were collected using the Perceived Social Support from Family (PSS-Fa) questionnaire and the WHOQoL-BREF instrument through structured interviews. Statistical analysis employed Fisher's exact test to examine the association between family support and QoL, with significance set at p<0.05. Results: The majority of respondents were of productive age (66.7%), female (59.3%), and employed (61.1%). Family support was predominantly strong (70.4%), while overall QoL was mostly moderate (48.1%). Dimensional analysis revealed good physical health (42.6%) and psychological (46.3%) domains, whereas social (44.4%) and environmental (63.0%) domains were moderate. Fisher's exact test demonstrated a significant relationship between family support and quality of life (p=0.000), with 70.3% of respondents with strong family support reporting good-to-moderate QoL compared to only 3.7% with weak family support. Conclusion: There is a significant positive association between family support and quality of life among filariasis patients in North Aceh Regency. Strengthening family-based support systems may serve as an effective strategy to improve QoL outcomes in filariasis-endemic communities, particularly within the socio-cultural context of Acehnese society.
Latar Belakang: Filariasis limfatik merupakan penyakit tropis terabaikan yang disebabkan oleh infeksi Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan B. timori, menyebabkan disfungsi limfatik permanen dengan limfedema dan hidrokel sebagai komplikasi utama. Kondisi kronis ini secara signifikan mengganggu kualitas hidup pasien, sehingga memerlukan dukungan keluarga yang memadai untuk manajemen penyakit dan adaptasi psikososial. Kabupaten Aceh Utara merupakan salah satu daerah endemis filariasis tertinggi di Provinsi Aceh, Indonesia, namun bukti empiris mengenai hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita filariasis dalam konteks budaya spesifik ini masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup penderita filariasis limfatik di Kabupaten Aceh Utara, Indonesia. Metode: Penelitian deskriptif-analitik dengan pendekatan potong lintang dilakukan pada Maret-Desember 2023 melibatkan 54 penderita filariasis yang dipilih melalui total sampling dari 21 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Perceived Social Support from Family (PSS-Fa) dan instrumen WHOQoL-BREF melalui wawancara terstruktur. Analisis statistik menggunakan uji Fisher's exact untuk menguji hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup, dengan kemaknaan ditetapkan pada p<0,05. Hasil: Mayoritas responden berada pada usia produktif (66,7%), berjenis kelamin perempuan (59,3%), dan bekerja (61,1%). Dukungan keluarga sebagian besar kuat (70,4%), sementara kualitas hidup umumnya cukup baik (48,1%). Analisis dimensional menunjukkan domain kesehatan fisik (42,6%) dan psikologis (46,3%) tergolong baik, sedangkan domain sosial (44,4%) dan lingkungan (63,0%) tergolong cukup baik. Uji Fisher's exact menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup (p=0,000), dengan 70,3% responden berdukungan keluarga kuat melaporkan kualitas hidup baik-sangat baik dibandingkan hanya 3,7% dengan dukungan keluarga lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup penderita filariasis di Kabupaten Aceh Utara. Penguatan sistem dukungan berbasis keluarga dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan luaran kualitas hidup pada komunitas endemis filariasis, khususnya dalam konteks sosial-budaya masyarakat Aceh.
| Jenis koleksi: | Artikel jurnal |
|---|---|
| Informasi Tambahan: | OAI: oai:ojs3.journal-jps.com:article/1544 Source: https://journal-jps.com/new/index.php/jps/oai Rights: Copyright (c) 2026 Cut Nana , Rizka Sofia , Wizar Putri Mellaratna ; https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 Bibliographic source: Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2194-2205; Journal of Pharmaceutical and Sciences; JPS Volume 9 Nomor 3 (2026); 2194-2205; 2656-3088; 10.36490/journal-jps.com.v9i3 |
| Pengguna yang Menyetor: | Pengguna tanpa nama dengan email repo@utnd.ac.id |
| Tanggal Disetor: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| Terakhir Dimodifikasi: | 10 Oktober 2026 22:26 |
| URI: | http://utndrepository.utnd.ac.id/id/eprint/1415 |

